CARA MENGAMALKAN AL-QUR’AN

Syari’at Islam sebagai ajaran bagi manusia telah lengkap (QS. Al-Maidah : 3). Tidak ada kekurangan di dalamnya dari sisi manapun. Tidak ada satu masalah pun yang tidak diterangkan, termasuk bagaimana cara mangamalkannya dalam setiap kondisi. Oleh karena itu, barang siapa yang mencari keridhaan pada selain syariat Islam berarti dia menganggap Allah mempunyai kelemahan dan kekurangan.

Kelengkapan syari’at dituangkan dalam kitabullah dan disebut dengan hablullah. Sebagaimana disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam  dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh ‘Ali radhiyallahu ‘anhu., sabdanya:

“Sesungguhnya Al -Qur’an itu adalah tali Allah yang kuat. Ia adalahcahaya yang terang. Ia adalah penuntun kepada jalan yang lurus.” (HR. Tirmidzi no. 2831).

Bagaimana cara mengamalkan Al-Qur’an juga telah ditentukan dengan jelas oleh Allah:

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah (seraya) berjama’ah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu karena ni’mat Allah menjadilah kamu orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran: 103).

Cara mengamalkan Al-Qur’an pada ayat di atas diungkapkan dengan lafadz “jami’an”, artinya berjama’ah, bersama-sama, bersatu padu.

Berdasarkan tinjauan bahasa, Az-Zujaj berkata: “Kalimat “jami’an” dibaca nashob karena menjadi “hal” atau cara bagaimana ber-hablullah“. (Tafsir Zaadul Masir: 1/433).

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menyebutkan bahwa yang dimaksud “jami’an” adalah “Al-Jama’ah” (Tafsir Al-Qurtuby:3/159, Tafsir Jami’atul Bayan: 4/21).

Ibnu Katsir berkata, bahwa maksud ayat di atas adalah Allah memerintahkan mereka dengan berjama’ah dan melarang dengan berfirqah-firqah (Tafsir Ibnu Katsir: 1/389).

Jadi “jami’an” adalah cara bagaimana Muslimin seharusnya berpegang teguh kepada tali Allah, yaitu dengan berjama’ah. Berjama’ah yaitu adanya seorang imam (satu pemimpin sentral) dan adanya ma’mum yang menta’ati dan mengikuti imam tersebut. Adalah salah kaprah jika berjama’ah itu hanya satu paham ahli sunnah dengan berbeda imam (pemimpin) tanpa adanya satu pimpinan sentral.

Cara mengamalkan syari’at Islam dalam wujud Al-Jama’ah ini telah menjadi ketentuan  Allah kepada seluruh Nabi dan para ummatnya di setiap zaman sebagaimana firman-Nya:

“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama, apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu; “Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepadanya  orang yang kembali.” (QS. Asy Syura: 13).

Sepeninggal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, cara ini dilanjutkan oleh Khulafa Ar-Rasyidin Al-Mahdiyin radhiyallahu ‘anhu dengan sistem Khilafah dan diwasiatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada seluruh Muslimin agar mengikuti mereka dengan sabdanya, “Wajib atas kalian mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafa ar-rasyidin al-mahdiyin.” (HR Ahmad).

Dan mengamalkan Islam dengan cara-cara di luar syari’at oleh Allah Subhana Wa Ta’ala dianggap sesat:
“Dan sesungguhnya (agama) tauhid ini adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Rabb mu, maka bertaqwalah kepada-Ku. Kemudia mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). Maka biarkanlah m ereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.” (QS. Al Mu’minun: 52-54).

(Abudzakira: “nasehati aku”)

Sumber: Buku: “AKANKAH KITA TERUS MENJADI BUIH?

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: