SETAN VS MANUSIA

“Sesungguhnya syaithan itu adalah musuhmu, maka hadapilah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya syaithan-syaithan itu banyak mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS Fathir (35) : 6).

Ketika kita berbicara dan membahas tentang syaithan, maka yang akan akrab di pembayangan kita adalah tentang makhluk dan alam ghaib, takhyul, klenik, kurafat, dunia perdukunan, dan kemusyrikan. Maka kita akan berusaha untuk sedikitpun tidak bersinggungan dengan hal-hal tersebut. Maka salah satu efek berantai yang akan tercipta dari sikap “alergi tentang syaithan” adalah terciptanya ruang lengah bagi kewaspadaan kita. Seolah-olah syaithan hanya bermain di wilayah para dukun, para penganut kesaktian, dan orang awam yang kosong melompong imannya, yang apa bila melamun sebentar saja bisa kesurupan.

Syaithan adalah musuh manusia, dan Allah memerintahkan kepada manusia agar bersungguh-sungguh menyikapi syaithan sebagai musuh (QS Fathir (35) : 6). Selain syaithan adalah musuh yang nyata, syaithan pun disebutkan adalah makhluk yang pandai menipu (QS Fathir (35) : 5). Apa pun yang ada di dunia ini dapat ia jadikan sebagai sarana penipu untuk menyesatkan umat manusia. Kemungkinan yang terburuk adalah “syaithan-syaithan itu mengajak golongannya supaya menjadi penghuni neraka Jahannam” (QS Al Israa’ (17) : 65).

Dan perlu diketahui, golongan syaithan, selain berasal dari bangsanya (jin) juga ada yang berasal dari kalangan manusia. Merekalah orang-orang yang mengikuti langkah-langkah syaithan.
“Sesungguhnya kekuasaan (syaithan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukan Allah.” (QS An Nahl (16) : 100).

Maka, manusia yang mengikuti langkah-langkah syaithan secara otomatis akan masuk sebagai bagian dari golongan syaithan. Dengan bekal kemahiran dalam menipu yang diberikan Allah, dan kesempatan yang sebesar-besarnya sebelem kiamat tiba, Iblis dan pasukannya memiliki peluang yang sangat besar untuk merekrut pengikut sebanyak-banyaknya. Dan akan tercipta bahwa pengikut syaithan (Hizbusysyaithan) akan jauh lebih banyak dari pada pengikut Allah (Hizbullah).

“Dia (Iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku, inikah orangnya (Adam) yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil.” (QS Al Israa’ (17) : 62).

Dan Allah SWT berfirman:
“Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah kepada mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaithan kepada mereka melainkan tipuan belaka.” (QS Al Israa’ (17) : 64).

Iblis akan mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatan dari seluruh pasukannya. Tak ada maksud lain dari perbuatannya itu kecuali semata-mata untuk menyesatkan umat manusia menjadi pengikutnya. Dan syaithan akan menepuh segala jalan dan masuk ke semua sendi hidup untuk menyebarkan virus tipuannya yang berupa janji-jani indah nan kosong.

Dan adalah satu kejelasan, siapa pun tak ingin menjadi pengikut syaithan jika mengetahui ganjaran yang akan diperoleh, meski pada nyatanya akan terlalu banyak yang terpedaya. Dan sebagai solusi, Allah menetapkan sendiri dzat-Nya sebagai penjaga bagi hamba-hamba-Nya dalam menerima agresi pasukan syaithan yang tidak akan mengenal lelah. Allah pun menetapkan orang-orang khusus yang tidak akan mampu diperdaya oleh syaithan. Allah menuntut hamba-hamba-Nya agar mencapai derajat-derajat khusus tersebut untuk bisa selamat dan bebas dari gangguan-gangguan syaithan.

Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka.” (QS Al Hijr (15) : 39-40).

“Sesungguhnya setan itu tidak kuasa untuk mengganggu (mempengaruhi) orang yang beriman, dan orang yang berserah diri kepada Tuhan” (QS An Nahl (16) : 99).

Tak ada jalan lain untuk selamat dari tipu daya dan bisikan syaithan kecuali menjadikan diri kita pribadi beriman, mukhlis, dan berserah diri kepada Allah. Dan sebagai bentuk kewaspadaan, Allah SWT telah wanti-wanti kepada hamba-Nya agar tetap menjadikan Allah sebagai tempat berlindung.

“Dan jika kamu ditimpa suatu godaan syaithan, maka berlindunglah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al A’raf (7): 200 dan Fushilat (41): 36).

Untuk mengetahui seluk beluk sepak terjang dan langkah-langkah syaithan, kita harus mengetahui ilmu dengan sepengetahuan yang sebenarnya. Dan karna itu Allah memerintahkan hamba-Nya agar masuk Islam secara kaffah (menyeluruh) (QS Al Baqarah (2): 208). Dan untuk masuk Islam secara kaffah, maka hanya Al Qur’an lah yang harus dijadikan sumber rujukan. Sebab Al Qur’an adalah pedoman dari segala ilmu dan segala aturan untuk manusia.

Sebab itulah, salah satu langkah besar dari para pengikut syaithan (orang-orang kafir) untuk menyesatkan manusia adalah berupaya keras menjauhkan manusia dari sumber pegangannya, yaitu AL QUR’AN.

“Dan orang-orang kafir berkata: Janganlah kamu mendengar dengan sungguh akan AlQur’an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka).” (QS Fushilat (41): 26).

Oleh sebab itu Allah SWT memerintahkan untuk berlindung kepada Allah dari godaan syaithan ketika hendak membaca dan mempelajari Al Qur’an (QS An Nahl (16): 98).

Nah! Terapkanlah kewaspadaan tinggi dalam mengantisipasi segala serangan syaithan, baik dari kalangan jin maupun manusia (QS An Naas (114): 4-6). Dan selalu bertauhid dengan hanya mengambil Allah sebagai pelindung tunggal, untuk menjadi hamba yang beriman, mukhlis dan berserah diri.
Wallahu ‘alam (abudzakira).

2 Komentar (+add yours?)

  1. Farida Yuni Astuti
    Jun 23, 2010 @ 15:40:26

    terimakasih atas artikelnya semoga bisa menjadikan kita hamba Allah yg taat

    Balas

  2. abudzakira
    Jun 24, 2010 @ 12:13:28

    Allahumma Amin!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: