ICON ZINA NEGERI MUSLIM

Masalah perzinahan saya umpamakan lumpur Lapindo Bakri CS. Belum berhenti semburan lama, muncul semburan baru. Berusaha ditutupi dengan tanggul-tanggul raksasa, akhirnya jebol pula. Dan ditutup  lagi, jebol tanggul yang lain. Sampai kapan lumpur itu berhenti, hanya kehendak Allah yang menentukan.

Meski Indonesia bukan negara Islam, tapi adalah negeri Muslim, karena KTP penduduknya mayoritas Muslim., bahkan terbesar di dunia. Perzinaan adalah keharaman yang telah terbuka dan menjadi “Gorengan Renyah” yang begitu laris di dalam rumah hingga di jalanan. Jadi selera hidup orang tua, remaja hingga bocah-bocah. Sehingga memiliki nilai jual dan pasar yang begitu berprospek tinggi. Maka, aparat (nakal) pemerintahan pun turut memelihara, mengadon dan menjual “Gorengan Renyah” ini agar tercipta “Mata Air Duit”.

Sesekali hiruk pikuk tercipta di negeri ini ketika satu dari sejuta perzinaan di-Xpose oleh media-media negeri ini. Usai hiruk pikuk, maka waktu pun kembali menenggelamkan kebisingan itu dan suasana pun kembali hening sedamai langit tengah malam.

Dan tiba-tiba hiruk pikuk itu kembali pecah, seperti ledakan tabung gas di tengah malam. Lebih dahsyat dan gaduh. Bahkan si Nomor 1 RI berkomentar. Dan Dewan Legislatif menyikapi khusus, lebih penting dari pada menyikapi prosedur penggerebekan DENSUS 88. Ketika muncul obralan murah rekaman video mesum dan zina oleh 1 pria dan 2 wanita, yang “katanya” mirip artis Kelas Kakap.

Tak perduli siapakah pelakunya? Yang kian hari terlihat titik terang. Apakah pelakunya orang dari hutan ataukah orang artis VIP yang ketika muncul ke publik dielu-elukan secara histeris. Tetap saja mereka itu PEZINA. Jika ketiga artis terdakwah atau terkorban itu menyangkal dengan proses hukum, atau kemudian terbukti bukan mereka pelaku zinanya, siapa yang percaya? Mereka adalah orang ahli berpura-pura dan bersandiwara. Mereka bukan karakter orang shaleh yang takut berdusta.

Bukan siapa pelakunya, tapi “ZINA”-nya yang jadi masalah buat saya. Dunia gemerlap yang lupa diri adalah dunia zina dan fitnah. Dan dunia itu adalah dunia salah. Kebetulan ketiganya berasal dari dunia ini. Ketika mereka ter-Xpose berzina, maka gegerlah seluruh bibir, terutama para pemuja hamba-hamba dunia ini. Dan mau tak malu, ketiganya pun akhirnya terkondisi sebagai ICON ZINA 2010 di negeri ini.

Mereka menganggap remeh larangan “Jangan Dekati Zina!”. Semua pihak mengaku atau tidak, punya andil dalam pemeliharaan masalah “perzinaan” ini, kecuali orang-orang yang telah menunaikan kewajibannya.

(abudzakira)

2 Komentar (+add yours?)

  1. yuni suci ramadhani
    Jun 21, 2010 @ 15:06:35

    Hrs tegas dlm mslh ni…hitam tetaplah hitam jgn dibuat mjd pth at abu2,seandainy pengadilan dunia ga mampu menempatkan mereka yg b’salah pada tmpt yg seharusnya….maka biarlah pengadilan Allah yg m’hukumny kelak..krn tdk akn ada satupun yg bs sembunyi dr pengawasan Allah…..ALLAHU AKBAR!!!!!!

    Balas

    • abudzakira
      Jun 21, 2010 @ 16:01:21

      benar sekali! Segala elemen harus bersikap tegas, bukannya menjadikan kasus ini sebagai santapan bersama di warung kopi. Terutama bagi yang berwenang. Tak ada kata kasihan bagi perusak moral penebar tontonan haram.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: