PUSINGNYA ASMA’

Walau para shahabiyat menyibukkan diri dengan beribadah dan menghabiskan waktu untuk menghadap Allah SWT, akan tetapi pada saat mereka tertimpa musibah, mereka menganggap hal itu terjadi karena dosa-dosa mereka dan tidak tertipu dengan amal shalih mereka.

Hal ini terjadi pada diri Asma’ binti Abu Bakar, seorang wanita yang jujur, banyak beribadah dan bersyukur. Bahwa,  suatu kali  Asma’ merasa pusing, ia meletakkan tangannya di kepala, ia berkata, “Ini karena dosaku dan ampunan Allah lebih luas.”

Hal ini menunjukkan ketawadhuan dan rasa takutnya beliau kepada Allah SWT di mana ia mengatakan, “Ini karena dosaku.” Sebagaimana yang telah diketahui bahwa jika seorang hamba semakin dekat kepada Allah, ia akan semakin takut (kepada-Nya).  Dan jika hubungan dirinya dengan Rabb-nya melemah, maka rasa takut pun akan berkurang dan keimanannya juga akan melemah.

Maka dari itu Allah berfirman:

“Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS Al A’raf (7): 99).


Apa yang telah terjadi pada Asma’ ini menunjukkan (besarnya) kesabaran beliau, di mana beliau telah mengatakan, “Dan ampunan Allah lebih luas.” Harapan beliau akan ampunan Allah SWT serta harapan beliau agar sakitnya menjadi sebab ampunan Allah atas dosa-dosanya, menunjukkanbahwa beliau (sangat) bersabar dalam menghadapi musibah yang menimpanya, supaya mendapatkan pahala seperti yang disebutkannya tadi.

Sebagaimana yang telah disebutkan dalam ash shahihain yang diriwayatkan dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Saw bersabda, “Tidak ada sesuatu yang menimpa seorang muslim,  baik  itu berupa rasa lelah, sakit, duka, kesedihan, penderitaan, kegalauan hingga dari yang melukainya, kecuali Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosanya dengan hal itu.”

(Dr. Abdul hamid bin Abdurrahman as-Suhaibani).

6 Komentar (+add yours?)

  1. ratih
    Jun 23, 2010 @ 10:24:02

    subhanallah, wanita yang suci dan selalu menjaga kesuciannya… amin semoga selalu menjadi contoh yang baik buat semua kaum muslimat.. makasih dah kirimkan ini mudah-mudahan selalu istiqomah…

    Balas

    • abudzakira
      Jun 24, 2010 @ 12:07:24

      ketika wahyu istiqomah turun, terasa sangat berat bagi Rasulullah Saw, sehingga rambutnya beruban. Minta tolong kepada Allah agar tetap diberi ke-istiqomahan.

      Balas

  2. Nany suryani
    Jun 23, 2010 @ 23:47:21

    Keberuntungan pada hari kiamat dan keselamatan dari neraka, akan menjadi milik orang-orang yang sabar.
    Dari Shuhab r.a sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:
    “Sungguh menakjubkan urusan orang Mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. apabila mendapat kelapangan, maka dia bersyukur dan itu kebaikan baginya,Dan, bila di timpah kesempitan, maka dia bersabar, dan itu kebaikan baginya”.

    Balas

  3. Nany suryani
    Jun 24, 2010 @ 23:07:45

    kebodohan menjadi seorang mukmin, maksudnya? tolong di jelaskan. apakah hadits ini dhoif?

    Balas

    • abudzakira
      Jun 25, 2010 @ 12:03:02

      astaghfirullah! sangat jelas saya mengetik sangat kurang, tanpa membaca ulang lagi. Maaf, Mbak. Itu kedhaifan saya. Seharusnya saya menulis: “Sungguh, adalah kebodohan yang menolak menjadi seorang mukmin”.
      Maaf, saya telah digelincirkan syaithan. Semoga bisa dimaklumi.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: