MENGUSIR SYAITHAN DALAM HIDUNG

Dari Abu Hurairah ra, katanya: Rasulullah Saw bersabda, “Apabila seseorang diantara kamu sudah bangun dari tidur maka hendaklah dia mengisap air ke dalam rongga hidungnya (istantsara) (dan menghembuskannya keluar) tiga kali, karena syaithan tidur di dalam lobang hidung (khaysyum)-nya itu.” (Hadits disepakati Bukhari – Muslim).

Di dalam kamus kata “istantsara” itu berarti mengisap air ke dalam lobang hidung kemudian mengeluarkannya lagi lewat hidung itu. Ada pun kata “khaysyum” berarti bagian atas/dalam hidung. Ada yang mengatakan: hidung seluruhnya, ada juga yang mengatakan: bagian tulang rawan pada ujung hidung. Ada juga berpendapat selain itu.

Perintah istantsara, yaitu menyedot air ke dalam lubang hidung adalah perintah wajib. Istantsara ini adalah istantsara di luar dari rangkaian berwudhu’. Dan sunnah yang satu ini adalah sunnah yang jarang dibahas dan jarang dilaksanakan. Namun demikian, Allah telah memerintahkan untuk menyelami Islam secara keseluruhan (kaffah) (QS Al Baqarah (2): 208).

Dan juga Allah Yang Maha Perkasa memerintahkan:
“…Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah….” (QS Al Hasyr (59): 7).

Ingat! Rasulullah Saw mengabarkan bahwa syaithan tidur di lubang hidung manusia. Maka itu usirlah dengan istantsara.

(Abu Dzakira)

5 Komentar (+add yours?)

  1. kiminuklir
    Jun 25, 2010 @ 12:25:18

    syukron abu.
    masih suka susah nh😀

    Balas

  2. Musyawir Helin Az-izham
    Jun 25, 2010 @ 12:53:28

    Astaghfirullah…trnyta q g’ mnydari akan hal 2…
    Mkch mbah udah ngsh nasehat yg amat brguna…

    Balas

  3. Nany suryani
    Jun 25, 2010 @ 22:44:57

    Keimanan itu memberi cahaya cemerlang dalam jiwa memenuhi hati sanubari dengan nur yang gilang gemilang. Jikalau hati sudah cemerlang dan jiwa sudah bersinar dengan nur atau cahaya keimanan, maka pasti terhapuslah segala macam godaan dan rayuan syaithan itu.
    Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits, Rasulullah saw pernah bersabda kepada Umar r.a :
    ..Hai Ibnu Khaththab, tidak pernah syaithan itu bertemu dengan Engkau disuatu jalan, melainkan, syathan itu pasti mencari jalan lain, yakni yang berbeda dengan jalan yang kau lalui itukarena takutnya padamu).
    Alangkah bahagianya orang yg sudah ditakuti oleh syaithan, sehingga bertemu saja sudah enggan, sebab itu org semacam ini sudah tidak mungkin lagi akan didekati oleh syaithan itu.
    Ingatlah bahwa kebahagiaan manusia itu tdk mungkin akan sempurna kecuali dengan jalan mengekang hawa nafsu.
    Allah Ta’ala berfirman :
    ”Katakanlah: Ya Tuhanku, aku mohon perlindungan kepadaMu dari bisikan (tipuan) syaithan.
    dan aku memohon perlindungan pula padaMu, supaya mereka jangan datang mendekatiku”. S.Mukminun 97-98

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: