MALAIKAT KELABAKAN

Ibnu Abbas ra berkata: Umar ra berkata kepada para sahabat, “Kami telah mengerti dan mengetahui kalimat Subhanallah, Laa ilaaha illallah dan Allahu akbar. Maka apakah Alhamdulillah itu?” Jawab Ali ra, “Suatu yang dipilih oleh Allah untuk memuji Dzat-Nya.”

Ibnu Abba ra berkata, “Alhamdulillah kalimat syukur, maka jika seorang membaca Alhamdulillah, Allah menjawab: Hamba-Ku telah bersyukur kepada-Ku.”

Jabir bin Abdullah ra berkata: Rasulullah Saw bersabda, “Seutama-utama dzikir ialah “Laa ilaaha illallah”, dan seutama-utamanya do’a ialah “Al hamdulillah”.” (HR At Tirmidzi, hadits hasan gharib).

Anan bin Malik ra berkata: Nabi Saw bersabda, “Tiadalah Allah memberi nikmat kepada seorang hamba-Nya, kemudian hamba itu mengucapkan “Alhamdulillah“, melainkan apa yang diberi itu lebih utama (afdhal) dari yang ia terima (yakni ucapan “Alhamdulillah” lebih besar nilainya dari nikmat dunia itu).” (HR Ibnu Majah).

Anas bin Malik ra juga meriwayatkan, bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Andaikan dunia sepenuhnya ini di tangan seorang dari umatku kemudian ia membaca “Alhamdulillah” maka pasti kalimat “Alhamdulillah lebih besar dari dunia yang di tangannya itu.”

Ibnu Umar ra berkata: bahwa Rasulullah Saw bercerita, “Ada seorang hamba Allah membaca “Ya Rabbi lakalhamdu kamaa yan baghi lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthoonika (Ya Rabb-ku, segala puji bagi-Mu sebagaimana yang layak bagi kebesaran Dzat-Mu dan kebesaran kerajaan-Mu)“. Kalimat ini menyukarkan bagi kedua Malaikat yang mencatat amal manusia, sehingga kedua Malaikat tidak mencatatnya. Maka naiklah kedua Malaikat menghadap Allah dan berkata keduanya, “Ya Rabb kami, sesungguhnya ada seorang hamba membaca pujian yang kami tidak dapat menulisnya.” Allah bertanya, padahal Allah lebih mengetahui apa yang dibaca hamba-Nya, “Apakah yang dibaca oleh hamba-Ku?” Jawab kedua Malaikat, “Ya Rabb, ia membaca: Ya Rabbi lakalhamdu kamaa yan baghi lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthoonika.” Firman Allah kepada kedua Malaikat, “Catatlah sebagaimana bacaannya itu sampai ia menghadap kepada-Ku. Maka aku yanbg akan membalas pahalanya.” (HR: Ibnu Majah).

Inilah kalimat-kalimat do’a yang lebih baik dari pada dunia dan bahkan membuat Malaikat pencatat amal kelabakan untuk mencatatnya hingga tak mampu.

(abudzakira)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: