YAHUDI DI BALIK PERPECAHAN

“….Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik (mempersekutukan Allah), yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS Ar Ruum (30): 31-32).

Jika ada yang mengatakan ummat Islam hari ini ‘bersatu’, maka ia berdusta. Terpampang jelas di depan  mata peta ukhuwah Muslimin dunia hari ini. Yahudi yang kini mengangkangi dunia timur dan barat telah berhasil menciptakan sel-sel ghaib yang memenjarakan umat Islam seluruh dunia, menciptakan sekat-sekat anti ukhuwah yang memustahilkan Muslimin bersatu.

Usaha beratus-ratus tahun kaum Yahudi ini mulai memperlihatkan titik terang keberhasilan pada tahun 1924, yaitu diruntuhkannya simbol kesatuan Muslimin, Kekhalifahan Turki Utsmani. Kemudian menyusul munculnya negara parasit Zionis Israel, yang terbukti hingga hari ini bukan saja menjadi parasit bagi negeri barakah Palestina, tapi juga menjadi parasit raksasa bagi dunia.

Umat Islam dipecah ke dalam faham-faham kebangsaan dan nasionalisme, apakah itu faham imperialisme, sosialis, liberal, komunis atau sekuler dan lain-lain. Lalu penganut faham itu dikotak-kotak lagi ke dalam bentuk negara-negara, sehingga Muslimin terkurung dalam teritorial dan aturan internasional yang dikendalikan oleh Yahudi. Dalam negara-negara itu, Muslimin kembali digiring ke dalam pengkelompokan partai-partai. Biar Muslimin itu sendiri yang memilih sendiri sesuai selera dan kecocokannya.  Yahudi tinggal menyuguhkan sistemnya, yaitu demokrasi. Dalam pemahaman ajaran Islam pun, Yahudi bermain halus dengan menciptakan banyak aliran seperti: Qadariyah, Jabariyah, Mu’tazilah, Syi’ah, Sunni, Salaf, Islam Jama’ah, dan lain-lain. Dan muncul marak pula jama’ah-jama’ah pengajian, juga komunitas-komunitas kecil di kalangan masyarakat Muslim. Yahudi tinggal memulai awalnya, dan Muslimin yang berwatak firqah (perpecahan) tinggal melanjutkan, maramaikan dan menyempurnakan perpecahan itu.

Tidak cukup dengan pengkotak-kotakan, Yahudi pun menyerang aqidah Muslimin dengan invansi pemikiran dalam bentuk ideologi dan falsafah. Ghazwatul fikri pun tergelar. Aqidah dan kaidah Muslimin pun secara perlahan bergeser kemudian bercampur baur dengan isme-isme yang menyesatkan, seperti orientalisme, westernisasi dan sekulerisme. Maka terhamparlah Muslimin yang lemah secara aqidah, jadi penghamba dunia dan hidup dalam FreeGod Area.

Umat Islam yang semula merupakan Ummatan Wahidah, yakni satu masyarakat dunia di bawah satu kepemimpinan, kini terkoyak-koyak dalam kemasan nasionalisme, ormas, orpol, sekte dan lain-lain.

Untuk menjebol dan meruntuhkan dinding-dinding pengkotakan berlapis tersebut, kita harus menanggalkan seluruh karakter perpecahan kita. Jika tidak mengorbankan kepentingan yang kita anggap sangat prinsip ini, maka selalu akan terkondisi sebagai hidangan lezat yang begitu menggugah selera makan kaum kuffar.

Dari Tsauban ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Berbagai bangsa akan mengerubuti kalian sebagaimana mereka mengerubuti hidangan makan.” Seorang bertanya, “Apakah karena jumlah kami sedikit pada saat itu?” Rasulullah Saw menjawab, “Kalian pada saat bahkan berjumlah banyak. Akan tetapi kalian seperti buih di lautan. Allah telah mencabut rasa takut dari dada-dada musuh kalian terhadap kalian dan Allah menimpakan ke dalam hati kalian “Al-Wahn”.” Seorang bertanya, “Apa itu Al-Wahn?” Rasulullah Saw bersabda, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Dawud).

Orang-orang kafir dengan sangat kompak bahu membahu membangun konspirasi global baik secara terbuka maupun tersembunyi. Dari mendikte apa yang dimakan Muslimin sampai skandal kenegaraan mereka sutradarai. Dan berkolaborasi dengan syaithan agar mendidik Muslimin panjang angan-angan dan memuja dunia (QS Al An’am (6): 112). Tanpa sadar Muslimin menjadi pengikut setan (baca: SETAN VS MANUSIA). Dan Allah pun berkehendak memberikan ke dalam hati Muslimin penyakit “Al-Wahn” (cinta dunia takut mati). Maka seumpamalah Muslimin seperti “buih di lautan“. Tak ada kekuatan.

Tak semua Muslimin itu tertimpa Al-Wahn. Tak sedikit para mujahid yang dimiliki Islam setiap masanya, hingga hari ini. Bahkan tak sedikit yang siap meledakkan diri demi Islam. Tak gentar mereka meski harus membalas tank baja dengan batu lemparan tangan. Namun dengan mudahnya Yahudi dan orang-orang musyrik ini mengebiri jiwa-jiwa mujahid Muslimin dengan menanami dunia dengan sistem-sistem perpecahan, terutama sistem “demokrasi” yang dikampanyekan secara berlebihan sehingga tercipta opini bahwa demokrasi adalah sebaik-baiknya sistem untuk kehidupan bermasyarakat. Jurus klasik pun masih ampuh di masa kini, seperti “adu domba” dan “politik belah bambu”.

Kini Muslimin seperti kerubunan lalat yang memenuhi atas meja, lalu oleh orang-orang kafir lalat-lalat itu dikurung dengan kurungan kantong plastik, lalu kurungan itu dipukul begitu saja hingga lalat di dalamnya mati semua. Dan beberapa peristiwa besar beberapa tahun belakangan ini menjadi bukti bahwa rasa takut orang-orang kafir telah dicabut oleh Allah. Invansi ke negara-negara Muslim, blokade Gaza, upaya peruntuhan Masjid Al Aqsha, dan terakhir kasus penyerangan kapal Mavi Marmara, sebagai bukti nyata yang paling nyata bahwa kecaman dan kutukan internasional kian mempongahkan dagu para Yahudi Israel.

Dan ingatlah! Karena Allah SWT telah mengabarkan:

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS Al Maidah (5): 82).

Sumber utama kelemahan dari dalam tubuh Muslimin itu sendiri adalah berakarnya watak perpecahan (firqah) di dalam perpecahan. Karena perpecahan (bergolong-golongan) itulah tanpa sadar sebagian Muslimin menjadi orang-orang musyrik (QS Ar Ruum (30): 31-32) dan (QS Asy Syura (42): 13). Karena perpecahan itulah sebagian kaum Muslimin berada dalam kesesatan (QS Al Mu’minun (23): 54). Karena perpecahan itulah Allah mengazab sebagian kaum Muslimin dengan perpecahan itu (QS Al An’am (6): 65). Dan mereka yang berpecah belah, urusannya kembali terserah kepada Allah (QS Al An’am (6): 159).

Perpecahan umat Islam akan terus ada, sebagaimana Rasulullah Saw menjawab pertanyaan para sahabat, “Sesungguhnya aku telah melaksanakan sholat dengan penuh suka dan duka, aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla tiga hal untuk umatku, maka ia memperkenankan yang dua hal dan menolak yang satu hal. Aku memohon agar umatku tidak dikalahkan oleh musuh selain dari mereka (orang kafir) maka Allah memperkenankannya, dan untuk tidak dibinasakan oleh banjir maka Allah memperkenankannya. Dan aku memohon kepada-Nya agar umatku tidak berpecah belah tetapi Dia tidak memperkenankannya.” (HR Ibnu Majah – Tirmidzi).

Dan solusi dari perpecahan itu ialah keluar dari perpecahan dan tetapilah Jama’ah Muslimin dan Imam mereka (Hadits Khuzaifah bin Yaman ra). Bukanlah Jma’ah Muslimin yang dimaksud adalah ummat Islam seluruhnya, tetapi Muslimin yang melaksanakan Al Qur’an secara berjama’ah di bawah satu instruktur kepemimpinan (QS Ali Imran (3): 103). Jika yang dimaksud Jama’ah Muslimin adalah umat Islam secara keseluruhan yang ada, maka bertentangan dengan nubuwwah Rasulullah Saw tentang adanya 72 millah sesat dalam tubuh umat Islam. Jelas menunjukkan Al Jama’ah terpisah dari 72 millah lainnya yang juga beragama Islam (baca: 1 JALAN 1 MILLAH).

Maka, ingatlah selalu peringatan Allah dalam firman-Nya:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong kamu.” (QS Al Baqarah (2): 120).

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

(abudzakira)

1 Komentar (+add yours?)

  1. nur krishna sidharta
    Apr 29, 2011 @ 00:33:22

    Subhanallah …..ya ALLAH selamatkan kami …selamatkan kami ..kaum Muslimin dari KEBODOHAN dari ke TIDAK PEDULIAN thd UMMAT dari PERPECAHAN dari menjadi HAMBA DAJJAL(pemuja Dunia&semua tipuannya)…..Lindungi kami ya QAHAR (AMIN ALLAHUMMA AMIN)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: