ANCAMAN KALUNG EMAS FATHIMAH

Tsauban ra dalam sebuah riwayat mengatakan: Aku bersama Rasulullah Saw masuk ke tempat Fathimah ra di mana pada saat itu ia telah mencopot sebuah kalung emas dari lehernya, ia berkata: “Kalung ini dihadiahkan oleh Abu Hasa (Ali) kepadaku.” Rasulullah Saw bersabda: “Wahai Fathimah! Senangkah kamu jika orang-orang mengatakan ‘Fathimah putri Muhammad memiliki kalung dari neraka?’ ” Kemudian beliau keluar. Akhirnya Fatimah pun membeli seorang budak  lelaki dengan kalung tersebut lalu memerdekakannya. Nabi Saw berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan Fathimah dari neraka.” (HR Ahmad, Al Hakim, Nasa’i. Dishahihkan oleh Al Hakim dan di sepakati oleh adz Dzahabi).

Jelas bagi kita kesungguhan Rasulullah Saw dalam menjaga dan menyelamatkan putrinya. Karena seperti yang telah diriwayatkan, bahwa Rasulullah Saw sendiri tidak dapat menyelamatkannya di akherat nanti, maka beliau sangat bersungguh-sungguh dalam menasehatinya dalam menunjukkannya kepada jalan yang benar. Dan Fathimah ra adalah sebaik-baik orang yang melaksanakan perintah dan menunaikannya.

Hikmah lain yang dapat kita ambil adalah:

1.  Rasulullah Saw sebagai orang tua. Rasulullah Saw menunjukkan sikapnya sebagai orang tua yang melihat putrinya berbuat sesuatu yang tercela dan dapat menimbulkan fitnah. Dan itulah yang harus kita contoh selaku orang tua.

2.  Fathimah ra sebagai seorang putri. Selain sebagai seorang ummat Rasul, sebagai seorang anak, Fathimah ra segera menjauhi larangan orang tuanya yang lebih mengetahui dan diganti perbuatan buruk itu dengan perbuatan baik yang berturut-turut, yaitu membeli budak dan memerdekakannya.

3.  Ali ra sebagai seorang suami, Fathimah ra menyebutkan bahwa kalung itu hadiah dari suaminya. Ali sebagai suami menunjukkan kasih sayang dan perhatiannya yang tinggi kepada sang istri dengan pemberian hadiah. Inilah yang harus dicontoh oleh para suami. Tapi jangan memberi hadiah dengan barang yang haram.

(abudzakira)

14 Komentar (+add yours?)

  1. SEO
    Jun 28, 2010 @ 12:09:05

    Wah menarik neh opininya.bisa lebih digali lebih dalam lagi tentang ini. jadi tertarik buat cari tahu tentang ini. salam kenal ya

    Balas

  2. yuni suci ramadhani
    Jun 30, 2010 @ 00:44:48

    jazakallah khair…ana jg br tw nich ttg ksh ni..tp mncul pertnyaan…knp Rasul mngatakan dlm haditsny kalung emas tu sbg kalung dr neraka?bukankh kalung tu pemberian suaminy sndiri…afwn ats pertnyaan ni…tp ni krn ktrbatasan ana sndiri…syukron

    Balas

    • abudzakira
      Jun 30, 2010 @ 11:35:02

      jazakallah khair atas responnya. Kami pun memiliki pertanyaan yang sama. Namun belum sempat kami tanyakan kepada yang lebih alim. Pertanyaan Ukhti suatu masukan bagi kami untuk lebih belajar lagi. Insya Allah, jika sudah ada jawaban yang benar, kami akan memberi tahu. Allangkah baiknya juga jika ukhti bertanya pula yang lebih alim (mengetahui). Jazakallah khair.

      Balas

  3. abu abdillah
    Jul 02, 2010 @ 12:02:07

    assalamu’alaykum
    afwan sekedar menambahkan, di buku Adab Az-Zafaf fi As-Sunnah Al Muthahharah halaman 131 dibahas mengenai hadits ini, linknya berikut: http://shirotholmustaqim.files.wordpress.com/2009/12/cincin-pinangan.pdf
    barakallahu fiikum

    Balas

    • abudzakira
      Jul 03, 2010 @ 11:45:17

      allahumma amin. alhamdulillah sudah menanggapi dengan santun . Tapi say coba masuk ke situs yang Akhi anjurkan, namun sulit. Mungkin akhi bisa kirim tulisan yang Akhi maksud ke pesan saya di fb? Jazakallah khair.

      Balas

  4. Farida Yuni Astuti
    Jul 03, 2010 @ 16:32:42

    Assalamu’alaikum terima kasih byk atas artikelnya, sgt byk manfaat utk umat khususnya saya.

    Balas

  5. Nany suryani
    Jul 06, 2010 @ 02:03:08

    Dari Abu Umamah ra. ia berkata:”Rasulullah saw. bersabda”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu memberikan kelebihan hartamu, maka itu lebih baik bagimu dan jika kamu menahannya, maka itu sangat jelek bagimu. Kamu tidaklah dicela dalam kesederhanaan. Dan dahulukan orang menjadi tanggunganmu”.

    Dari Abu Umamah Iyash bin Tsa’labah Al-Anshariy Al-Haritsy ra, ia berkata: Pada suatu hari, para sahabat Rasulullal saw. membicarakan masalah dunia, kemudian Rasulullah saw bersabda: “Apakah kalian tidak mendengar?, Apakah kalian tidak mendengar?” Sesungguhnya kesederhanaan itu sebagian dari iman, sesungguhnya kesederhanaan itu sebagian dari iman”.

    Balas

  6. abudzakira
    Jul 06, 2010 @ 11:38:56

    alhamdulillah. Jazakillah khair, Mbak. Hadits yang Mbak berikan jarang saya baca, Mungkin pernah, tapi lupa. Hadits ini cukup mengena bagi saya. Semoga Allah menolong kita untuk bisa melaksanakannya.

    Balas

  7. Ali Reza
    Jul 08, 2010 @ 15:40:06

    Anda yakin bahwa yang dimaksud dengan “kalung dari neraka” adalah Abul Hasan (Ali) membeli “barang haram”? Apa maksudnya? Curian? Uang tidak halal?

    Saya sudah baca link dari abu abdillah, ternyata link kepada sebuah tulisan dari Al-Albani (ulama ‘salafi’ Wahabi), tidak heran ia menyimpulkan bahwa yang dimaksud haram adalah wanita haram memakai emas.

    Balas

    • abudzakira
      Jul 10, 2010 @ 01:23:48

      bukan itu yang dimaksud, Akhi. Seorang yang dijamin masuk surga yang adalah sahabat yang jadi telaga ilmu dan seorang Khalifah yang menetapi petunjuk, tidak mungkin melakukan hal itu. Hikmah yang terkandung dari kalung itu adalah bahwa emas adalah perhiasan dunia yang banyak membuat manusia celaka ke neraka karena menyimpan benda jenis ini. Dan juga akan terjadi fitnah bila Fathimah memakai dan menyimpan hadiah seperti itu. Karna itu, ia langsung memamfaatkan benda itu di jalan Allah. Emas perak adalah perhiasan untuk orang kafir di dunia, dan perhiasan orang Islam di surga. Insya Allah demikian, Akhi. Jika masih tanda tanya, tanyakan kepada yang lebih alim lagi. Sesungguhnya kami ini dhaif.

      Balas

      • Ali Reza
        Jul 11, 2010 @ 14:02:02

        Saya membaca dari kesimpulan nomor tiga di atas:

        Ali sebagai suami menunjukkan kasih sayang dan perhatiannya yang tinggi kepada sang istri dengan pemberian hadiah. Inilah yang harus dicontoh oleh para suami. Tapi jangan memberi hadiah dengan barang yang haram.

        Nabi dan keluarganya sebagai panutan di masyarakat masa itu, tidak pantas untuk menampakkan “kemewahan”, termasuk ketika Nabi menolak permintaan Sayidah Fatimah mengenai pembantu. Terima kasih. Wallahualam.

  8. abudzakira
    Jul 16, 2010 @ 11:44:56

    alhamdulillah. pandangan akhi tentang tulisan ini menguatkan tulisan ini sendiri. Jazakallah khair!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: