BERZINA? OH NO!

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk.: (QS Al Isra'(17): 32).

Telah 14 abad lebih lamanya larangan Allah ini tertera di dalam Al Qur’an, bahkan telah banyak lidah-lidah ulama yang menyuarakan ayat larangan ini. Toh, tetap saja perzinahan yang merupakan rukun pergaulan bebas ini kian masa kian merajalela merusak kehormatan peradaban. Perzinahan ini bahkan memiliki market tersendiri.

Padahal Allah Yang Maha Suci telah memberitakan bahwa ini adalah perbuatan keji dan adalah jalan yang buruk. Masa depan seolah tak mau belajar dari masa lampau, di mana telah terjejer banyak kasus dan telah jatuh banyak korban.

Dan Allah Yang Maha Pencipta Makhluk lagi Maha Tahu aturan untuk ciptaan-Nya, telah mengancam dengan hukum-Nya bagi para pezina:

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.” (QS An Nuur (24): 2).

Dan hukum terbaik bagi para pezina ini diperjelas rinciannya oleh Rasulullah Saw:

Dari Ubadah bin Shamit ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda, “Ambillah (hukum) dari padaku! Ambillah (hukum) dari padaku! Karena sesungguhnya Allah telah bukakan jalan bagi mereka, yaitu gadis dan jejaka dera seratus kali dan pengasingan setahun, dan yang sudah pernah menikah dengan yang sudah menikah (duda dan janda) dera seratus kali dan rajam.” (HR Muslim).

Sebagian ulama memandang, bahwa diasingkan setahun bagi yang belum menikah berbuat zina adalah tidak wajib, namun hanya diserahkan kepada kebijaksanaan hakim. Demikian pula dengan hukuman seratus kali dera bagi mereka yang sudah pernah menikah, tidak wajib, hanya diserahkan kepada kebijaksanaan hakim. Sebab banyak hadits yang menunjukkan mereka langsung dirajam sampai meninggal, tanpa didera lebih dahulu.

Allah menunjukkan bahwa melaksanakan hukum Allah (yaitu dera dan rajam), lebih utama dari pada memperturutkan perasaan. Opini yang terkembang di masyarakat yang (katanya) Muslim adalah: “hukum cambuk dan rajam bagi pezina sangat kejam dan sadis”. Mereka telah mengedepankan perasaan dan penilaian akal sehingga tidak mau melaksanakan hukum terbaik yang diberikan oleh Allah Yang Maha Tahu. Sehingga timbur pertanyaan: “Apakah mereka beriman kepada Allah dan hari akhir?” Dan hukuman itu dilaksanakan secara terbuka di depan mata sekumpulan orang yang dianggap beriman. Allah telah membukakan jalan taubat bagi para pezina.

Dan bagi mereka yang tak mau bertaubat, dan bagi orang-orang yang justru kian mendekati dan melakukan zina, maka renungkanlah gambaran dan ancaman Allah Yang Pedih Siksa-Nya.

“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni)  akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab  itu dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat dan beramal sholeh.” (QS Al Furqan (25): 68-70).

Dan Rasulullah Saw bersabda, “Orang selalu tetap dalam perzinahan seperti menyembah berhala.” (HR Kharaith).

Rasulullah Saw bersabda, “Zina itu menyebabkan kemisikina.” (HR Baihaqi).

Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya orang-orang yang berzina itu wajah-wajah mereka akan menyala-nyala api.” (HR Thabrani).

Dan lebih memuakkan lagi bagi mereka yang sudah berusia tua, tapi masih juga mengumbar syahwat di luar jalur halal. Tidak hanya manusia melaknati mereka, bahkan alam pun begitu benci dengan orang tua yang berzina.

Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya langit lapis tujuh dan bumi lapis tujuh sangat melaknati orang tua yang berzina. Dan sesungguhnya orang-orang yang berzina itu kemaluannya menyebarkan bau busuk kepada penduduk neraka.” (HR Bazzar).

Rasulullah Saw bersabda, “Ada tiga orang yang kelak Allah tidak mau berbicara, tidak mau melihat, dan tidak mau mensucikan mereka, bahkan akan memperoleh siksaan yang pedih, mereka adalah: 1) Orang yang sudah tua berzina, 2) Seorang raja (penguasa) yang pendusta, dan 3) Orang miskin (melarat) tapi  sombong.”

Dan bagi mereka yang tidak puas, syukur dan tidak sabar dengan pasangannya, sehingga memilih selingkuh, perhatikan sabda Rasulullah Saw, “Orang berzina dengan istri tetangganya itu Allah tidak akan memandang dan tidak akan mensucikannya pada hari kiamat nanti, bahkan Dia berfirman: “Masuklah kamu ke neraka bersama-sama dengan orang yang masuk (ke dalamnya).” ” (HR Ibnu Ubay dan Al Khararaithi)

Dalam HR Baihaqi, Rasulullah Saw bersabda pula, “Wahai kaum Muslimin! Takutlah kamu akan berbuat zina, sebab disitu ada enam perkara, yang tiga di dunia dan yang tiga di akherat.

Adapun yang tiga di dunia adalah:

1.  Hilangnya sinar wajahnya,

2.  Pendek umurnya,

3.  Berlangsung terus kekafirannya.

Sedangkan yang tiga perkara lagi di akherat ialah:

1.  Mendapat kemurkaan Allah  SWT.

2.  Hisab (hitungan amal) yang jelek, dan

3.  Azab neraka.

Dan perlu diketahui bahwa zina adalah dosa besar nomor 2 setelah syirik.

Rasulullah Saw bersabda, “Tidak ada dosa yang paling besar di sisi Allah sesudah syirik kepada Allah, dapat melebihi dosa orang yang menumpahkan air mani (sperma)nya pada perempuan yang tidak halal.” (HR Ahmad dan Thabrani).

Dan kelak di neraka, para pezina menjadi penyuplai minuman bagi para peminum khamer.

Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang mati dalam keadaan minum khamer, niscaya Allah akan memberi minuman kepada orang tersebut dari sumber ghutbah, yaitu sumber di dalam neraka berasal dari farjinya (kemaluannya) tukang zina.” (HR Abu Ya’ala dan Ahmad).

Dan Rasulullah Saw memberi gambaran kondisi pezina di dalam neraka.

Samurah bin Jundub ra meriwayatkan, bahwa Nabi Saw telah didatangi malaikat Jibril dan malaikat Mikail, Nabi Saw bersabda, “Kita berangkatlah dan sampailah kepada dapur api, yang sebelah atas sempit sedang sebelah bawah lebih besar, dari dalamnya terdengar suara keras.” Nabi Saw bersabda, “Kami lalu menengok ke dalam ruang tungku tersebut, ternyata disitu ada orang-orang laki-laki dan orang -orang perempuan yang banyak tidak berpakaian, tiba-tiba menyalalah api dari bawah mereka dan seketika itu mereka berteriak-teriak yakni menjerit-jerit karena kepanasan, lalu aku bertanya: ‘Siapakah orang-orang itu, wahai Jibril?’ Malaikat Jibril menjawab: ‘Itulah orang laki-laki dan perempuan yang berzina dan itulah siksa mereka di hari kiamat nanti.” (HR Baihaqi).

Sungguh betapa bodohnya bagi orang-orang yang tidak gemetar jiwanya jika mengetahui balasan bagi perbuatan zina, justru mereka memilih nikmat yang tak seujung kuku dan begitu sombong siap menerima azab dunia akherat.

Karena begitu tercelanya para pezina ini, maka Allah menurunkan aturan untuk menjaga perkembangbiakan keturunan orang-orang yang beriman dari terkontaminasi farjinya para pezina.

Allah SWT berfirman:

“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik. Dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki yang musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang beriman.” (QS An Nuur (24): 3).

Sangat jelas, orang yang beriman diharamkan menikah dengan pezina.  Pezina untuk pezina, kecuali bagi pezina yang telah bertaubat dan beramal sholeh. Sangat penting mengetahui status calon pasangan anda sebelum akad nikah terjadi.

(abu dzakira)

2 Komentar (+add yours?)

  1. aqeelahidayat
    Agu 26, 2011 @ 21:27:49

    assalamu’alaikum, boleh bertanya ustadz?

    Balas

  2. abudzakira
    Sep 06, 2011 @ 06:37:42

    wa’alaikum salam. silahkan. Jika kutahu kujawab, jika tak kutahu, bersabarlah….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: