KEPADA ISTRI

“Dan pergaulilah istri-istrimu dengan cara yang baik.” (QS An Nisaa’: 19).

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersikap baiklah kepada wanita (istri-istri kalian)! Ketahuilah bahwa kalian mempunyai hak atas mereka dan mereka  pun mempunyai hak atas kalian. Hak kalian atas mereka adalah tidak membiarkan laki-laki yang tidak kalian sukai menginjak tempat tidur kalian serta tidak mengizinkan laki-laki yang tidak kalian sukai memasuki rumah kalian. Sedangkan hak mereka atas kalian adalah kalian berbuat baik kepada mereka dalam hal pakaian dan makanan.” (HR Tirmidzi dan Ibnu majah).

Imam adz-Dzahabi menyampaikan sebuah hadits  bahwa, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.”

Cukup jelaslah bagi para suami dan calon suami dengan memahami wahyu-wahyu ini. Bersikap baiklah dan lemah lembutlah kepada istri-istrimu. Dan siapkan kelemah lembutan bagi para bujangan yang siap menikah. Karena Allah Subhana wa Ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS At Tahrim: 6).

Dan Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada setiap pemimpin atas apa yang dipimpinnya, apakah ia menjaga kepemimpinannya atau melalaikannya, sehingga seorang laki-laki ditanya tentang anggota keluarganya. ” (HR An Nasa’i dan Ibnu Hibban).

Waha para lelaki, tentunya kita ingin menjawab telah menunaikan kepemimpinan kita di dalam keluarga. Ciptakan surga dalam rumahmu!

(abudzakira)

1 Komentar (+add yours?)

  1. Nany suryani
    Jul 02, 2010 @ 01:03:49

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah halal bagi wanita berpuasa, sedang suaminya hadir kecuali dengan ijinnya, dan janganlah dia memberi ijin(orang lain) di rumah suaminya kecuali dengan ijinnya.Dan apapun yg dia belanjakan dari sebagian nafkah tanpa perintahnya, maka diberikan kepada suami separoh dari pahalanya”. berbahagialah suatu jalinan keluarga yang saling memahami hak dan kewajibannya sesuai ajaran agama Islam, tidak saling mementingkan egonya masing2, saling melengkapi dan mengingatkan serta menerima segala kekurangan dari pasangannya. Apapun yang kita lakukan harus karena Allah swt, bukan karena pujian dan keterpaksaan apalagi mempunyai perasaan terhina. hak2 kita, baik suami maupun istri yg tdk kita dapatkan dlm suatu keluarga maka Allah akan memberikannya/ mengantinya nanti di akhirat.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: