‘AISYAH MUNTAH DAGING

Ummul Mu’minin, ‘Aisyah radhiyallahu anha menceritakan bahwa ia telah mengatakan suatu perkataan kepada Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, yaitu: “Cukuplah pujianmu terhadapa Shafiyyah yang anu dan anu.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Baihaqi).

Menurut penafsiran salah seorang perawi hadits di atas, bahwa yang dimaksud ‘Aisyah ialah bahwa Shafiyyah adalah wanita yang pendek, maka Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya engkau telah mengucapkan suatu kalimat, yang seandainya kalimat itu dimasukkan ke dalam laut, niscaya akan mencemarinya.”

‘Aisyah melanjutkan: Kemudian kuceritakan kepadanya perihal seseorang, maka beliau menjawab, “Aku tidak suka menceritakan perihal seseorang meskipun aku beroleh anu dan anu.” (Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini berpredikat hasan atau shahih).

Menurut riwayat Abu Dawud pula melalui ‘Aisyah radhiyallahu anha, disebutkan bahwa unta kendaraan Shafiyyah binti Huyayyin sakit, sedang Zainab mempunyai unta kendaraan lebih, maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepada Zainab, “Berilah dia unta kendaraan!” Zainab pun berkata, “Aku harus memberi kepada wanita Yahudi itu?”

Maka Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam marah kepadanya dan mendiamkannya dalam bulan Dzul Hijjah itu dan bulan Muharram, selama dua atau tiga bulan tanpa mendatanginya. Zainab mengatakan, “Sehingga aku merasa putus asa darinya.”

Menurut riwayat Abud Dun-ya bersumberkan dari ‘Aisya pula, disebutkan bahwa suatu hari saat ia berada di rumah Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, ia  mempergunjingkan seorang wanita dengan mengatakan, “Sesungguhnya wanita ini benar-benar kebesaran bajunya.” Maka Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Muntahkanlah! Muntahkanlah!” Ia pun muntah dan mengeluarkan sepotong daging. (Demikianlah riwayat yang disebutkan dalam kitab Targhib 4/284).

Membaca dan mengetahui kisah benar ini, masihkan kita tak merasa jijik bila lidah kita mengeluarkan sesuatu yang begitu busuk sehingga dapat mencemari lautan?

Maka benarlah firman Allah Subhana Wa Ta’ala:

“Dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (QS. Al Hujurat (49): 12).

(abudzakira: “nasehati aku”)

1 Komentar (+add yours?)

  1. Nany suryani
    Jul 06, 2010 @ 01:42:34

    Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar dikalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat”. (An-Nuur:19)

    Dari Abu Hurairah ra. ia berkata:”Ada seseorang yang minum-minuman keras, kemudian dihadapkan kepada Nabi saw, maka beliau bersabda:”Pukullah orang itu”. Abu Hurairah berkata:”Diantara kami ada yang memukulnya dengan tangan, sandal dan kain. Tatkala orang itu akan pulang, sebagian oarang berkata”Semoga Allah menghinamu”, Maka Beliau bersabda:”Janganlah kalian berkata seperti itu, janganlah kalian membantu setan”. (HR. Bukhari)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: