2 DIRHAM, AWAL MIMPIKU

Ahad, 25 Juli, di Pasar Ukaz di PUSDAI, Bandung, telah kubeli satu mata uang yang dahulu pernah dicetak oleh Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Aku baru membeli 2 dirham untuk menabung. Meski belum bisa membeli dinar yang lebih mahal, tapi inilah awal mimpiku.

Banggaku, membuncah di dada, meski baru 2 dirham. Anganku jauh menembus awan dan langit. Tergambar masa depan ketika umat Islam bertransaksi dengan dinar dan dirham tanpa memiliki lagi uang kertas versi orang kafir itu. Dan runtuhlah sistem ekonomi raksasa kapitalis dan sistem ekonomi orang kafir lainnya. Dan ternyata, atas izin Allah, zaman telah membuktikan bahwa hanya “kebodohan” jika mengikuti cara-cara hidup orang Yahudi.

“Ya Allah! Banggaku hanya untuk-Mu, dengan awal 2 dirham ini!”

Dan kubaca mamfaat-mamfaat jika umat Islam menggunakan Dinar-Dirham dalam muamalah, di antaranya yaitu:

  1. Melaksanakan syari’at Islam sesuai ketentuan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
  2. Nilainya stabil dan tidak terimbas inflasi. Satu Dinar setara atu ekor kambing, satu Dirham setara satu ekor ayam.
  3. Nilainya intrinsik menyatu dalam zatnya, emas dan perak.
  4. Sesuai fitrah manusia sehingga dapat digunakan dimana saja dan kapan saja karena setiap manusia menyukai emas dan perak.
  5. Dapat digunakan sebagai alat tukar dantransaksi perdagangan yang adil.
  6. Dinar-Dirham tahan krisis ekonomi, situasi darurat, tahan api dan tahan air.
  7. Dinar-Dirham dapat menjadi wasilah bagi kesatuan dan persatuan ummat Islam.
  8. Dapat lebih menghindari praktik ribawi.

Jadi Dinar-Dirham mampu menyimpan harta secara tetap, nilainya tak pernah berkurang, walau disimpan di mana pun. Emas terbukti kebal dari segala krisis ekonomi.

Dinar -Dirham bukan semata-mata sebagai alat tukar, tetapi dapat mengembalikan kepada kemurnian ber-mua’amalah yang adil, bebas dari manipulasi dan exploitasi terhadap sesama.

Menghidupkan kembali Dinar-Dirham berarti menghidupkan kembali Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan membebaskan serta menyelamatkan ekonomi umat dan dunia dari cengkeraman Kapitalisme dan melindungi aset ummat serta menghindarkan dari ribayang merupakan kezaliman dan pangkal ketidak-berkahan.

(abudzakira: “nasehati aku”)

7 Komentar (+add yours?)

  1. asrul sani
    Jul 26, 2010 @ 09:18:18

    Subhanallah bro, ternyata ini menjadi tamparan buat yg notabene mampu secara harta, jarang mikirin hal2 yg kaya gini, jazakallah khoir atas sharing nya

    Balas

  2. abudzakira
    Jul 26, 2010 @ 11:54:46

    alhamdulillah! Jazakallah kahir atas respon positifnya, My master.

    Balas

  3. ummu bani akhmad
    Jul 30, 2010 @ 12:19:47

    Bismillah, afwan mo tanya kalo ONH bayar nya bisa pake dinar ngga ???

    syukron………

    Balas

  4. abudzakira
    Jul 30, 2010 @ 15:08:53

    jika naik hajinya melalui biro yang dikelolah oleh Jama’ah Muslimin (Hizbullah) di Ponpes Al Fatah Cileungsih, insya Allah bisa memakai dinar.

    Balas

  5. akhiribery
    Jul 30, 2010 @ 16:33:47

    alhamdulillah, my friend. Gua juga kepengen tuh bersih dari riba’. Sekarang, susah cari ekonomi yang bebas polusi riba’.

    Balas

  6. Trackback: Wiki Berita - Cara jitu mengatasi kemiskinan dan pengangguran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: