BELAJAR DARI IBNU IDRIS

Harun Ar Rasyid mengundang seorang ‘alim terkemuka, yaitu ‘Abdullah ibnu Idris, untuk diangkatnya sebagai pejabat peradilan. Setelah ‘Abdullah ibnu Idris datang menghadap kepadanya, Harun Ar Rasyid berkata, “Ambillah jabatan peradilan!”

‘Abdullah ibnu Idris menjawab, “Aku tidak mau menanganinya.”

Harun Ar Rasyid bertanya, “Mengapa?”

‘Abdullah menjawab, “Keluargaku biasa menyuruhku ke pasar untuk membeli keperluan dan ternyata aku sering lupa sebagian dari keperluan yang ditugaskan oleh mereka kepadaku untuk mebelinya, sedang engkau mengangkatku untuk menangani urusan kaum muslim.”

Harun berkata dengan marah, “Aku mendengar bahwa engkau telah gila.”

‘Abdullah berkata, “Keluargaku sampai sekarang masih menjulukiku sebagai orang gila.”

Harun, “Aduhai kiranya aku tidak pernah melihatmu.”

‘Abdullah menjawab, “Aduhai kiranya aku tidak pernah melihatmu.”

Selanjutnya ‘Abdullah ibnu Idris meninggalkan Harun Ar Rasyid.

Ketika ‘Abdullah ibnu Idris kedatangan tanda-tanda kematian, dia memanggil semua anak laki-laki dan perempuannya, lalu berkata, “Wahai anak-anakku, jangan sekali-kali kalian berbuat durhaka dalam rumah ini. Demi Allah, sesungguhnya aku telah mengkhatamkan Al Qur’an di rumah ini sebanyak 4.000 kali khataman.”

Demikian menurut kisah yang disebutkan oleh Adz-Dzahabi dengan sanad yang shahih.

Dua masa peristiwa yang memberi pengajaran yang sangat banyak. Renungkanlah,wahai saudara-saudaraku!

(abudzakira: “nasehati aku”)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: