PENGAKUAN PILOT PEMBUNUH

Pilot Israel Ternyata Tidak Mau Tahu Siapa yang Mereka Tembak

Para pilot pesawat tempur Israel yang membom rumah seorang pemimpin militer Hamas pada tahun 2002 tidak tahu atau tidak mau tahu identitas target mereka sebelum penyerangan, menurut T, salah satu awak yang terlibat langsung dalam penyerbuan, yang berbicara baru-baru ini dengan para mahasiswa di yeshiva Tel Aviv.

Pemboman tanggak 22 Juli 2002 terhadap rumah petinggi Hamas, Shalah Syuhadah, yang telah memimpin sayap militer Hamas, di lingkungan Daraj padat penduduk Kota Gaza, telah menewaskan total 15 orang, termasuk Syuhadah dan asistennya. Para korban lainnya termasuk delapan anak-anak (berusia antara kurang dari satu tahun sampai 14 tahun) dan tiga perempuan.

Haaretz memperoleh rekaman diskusi yang diselenggarakan dengan T di Pusat BINA di Tel Aviv, dan untuk pertama kalinya melaporkan kesaksian dari salah satu pelaku langsung pembunuhan itu.

Pada tanggal 19 Desember 2010, T. berpartisipasi dalam diskusi berjudul “Keterbatasan Ketaatan,” bagian dari seri yang disebut “Militer dalam Negara Demokrasi,” yang diselenggarakan bersama oleh yeshiva dan sekolah staf dan komando IDF.

Setelah menyiapkan dan pelatihan selama beberapa hari, T. berkata, “Mereka resmi lepas landas … Kami lepas landas dari pangkalan udara Hatzor… Dibutuhkan dua menit dari Hatzor menuju ke Gaza … waktu penerbangan. Dua menit setelah lepas landas kami diberitahu ‘pergi dan menunggu di atas laut. “

“Itu berarti di barat, tempat yang bagus, dalam kegelapan, sehingga tidak ada suara,” lanjut T..”Jika target dapat mencium bau pesawat, bisa mendengar pesawat datang, maka mereka akan melarikan diri … Jadi kita tunggu di atas laut selama 50 menit. Kemudian mereka memberitahu kami: ‘persetujuan untuk menyerang. Saya katakan ‘fantastis. “

“Anda harus melihat filmnya … seperti apa aksi kami. Kami bergerak ke timur, terus ke barat, menembak dan rumah runtuh … Kami tidak melihat apa-apa di sekitar tempat kami serang… pada ketinggian Anda tidak dapat melihat banyak. Saya menyerang dengan menggunakan penglihatan pada malam hari, dan menunggu komandan dari pangkalan.

“[Dia] memberitahu saya bahwa itu Shalah Syuhadah, dan saya katakan ‘baik’,” kata T. “Saya tidak tahu siapa atau apa yang ia bicarakan. Kami melakukan penyerangan dengan baik.

“Hari berikutnya, mereka memberitahu kami bahwa serangan kami menewaskan Shalah Syuhadah, istrinya, putrinya, anaknya dan lain-lain … Komandan pilot memanggil kami semua untuk berbicara tentang etika, yang untuk pertama kalinya aku dengar.”

Dalam diskusi di Tel Aviv, T. bertanya kepada para siswa remaja, yang juga mempersiapkan untuk layanan militer mereka, “Seandainya saya tahu bahwa ada 14 orang lain yang bersamanya … apa yang harus saya lakukan? “(fq/hrzt)

(abudzakira) dari: http://www.eramuslim.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: