MISTERI BELAKANG LAYAR REVOLUSI TIMUR TENGAH

REVOLUSI! Itulah seruan massal yang sedang menggema di beberapa Negara Islam di Afrika dan Timu Tengah. Berawal dari Revolusi Tunisia yang menciptakan efek domino ke beberapa Negara Muslim seperti Mesir, Yaman, Iran, Irak, Libya, Maroko dan beberapa negara lainnya. Bahkan seruan “revolusi” sempat terdengar di Indonesia. Gelombang gejolak “Revolusi Timur Tengah” ini pastinya melahirkan 2 kubu besar, yaitu “pemerintah/penguasa” dan “kelompok penentang/oposisi”.

 

Cukup sudah media luas membahas setiap aksi jalanan dan huru-hara yang tercipta di setiap negara yang bergejolak. Telah banyak analisa dan ramalan yang dikemukakan. Maka itu, kami (penulis) akan memandang proses “Revolusi Timur Tengah” ini dari 2 sudut.

 

Pertama

Dari sudut Zionis Yahudi.

Apa yang disuguhkan oleh media, terutama tentang Revolusi Mesir, seolah-olah menggambarkan kecemasan Israel. Tampak terlihat jelas kebangkitan ummat Islam. Namun waspadalah, itu semua hanya kamuflase yang menipu. Apakah Anda percaya bahwa semua ini tidak ada olah tangan dari tangan-tangan rahasia Zionis Yahudi?

Baca dan perhatikan dengan seksama penggalan isi Catatan Rahasia Sesepuh Zionis dan isi Protokol ke-1 dari “Protocol of Zion”!

 

Penggalan Catatan Rahasia Sesepuh Zionis:

Dalam permulaan strukturisasi masyarakat, manusia tergantung kepada kekuatan yang buta dan brutal. Setelah itu, berlanjut kepada ketergantungan pada hukum, yang merupakan kekuatan yang sama saja dengan yang sebelumnya. Tetapi ketergantungan mereka  hanya kepura-puraan. Saya  (sesepuh Zionis) menyimpulkan bahwa secara hukum alam, hak ada  pada kekuatan. Kebebasan politik adalah sebuah ide, namun bukan fakta. Ide ini harus diketahui oleh orang yang dengan demikian akan mengerti bagaimana menerapkannya sebagai umpan menarik massa rakyat ke suatu partai yang akan menumpas partai lain yang sedang berkuasa.

 

Tugas ini akan lebih mudah jika sang penentang itu sendiri ditulari ide kebebasan yang disebut “liberalisme”, dan demi ide ini bersedia memakai sebagian kekuatannya. Tepat disinilah letak kemenangan/teori kita (Yahudi): tali-tali kendali pemerintah dilemahkan  segera secara hukum kehidupan ditangkap dan dikumpulkan  oleh sebuah tangan baru. Karena kekuatan yang buta dari suatu bangsa, takkan bisa berlaku, walaupun satu hari, apa bila tidak ada tuntunan. Dan kekuasaan yang baru itu (tangan baru) hanya sekedar masuk  ke dalam tempat yang kosong dari kekuasaan lama, yang telah dilemahkan oleh Liberalisme.

Cukuplah bagi kita membiarkan suatu bangsa memerintah diri sendiri selama waktu tertentu. Setelah itu mereka akan diatur dengan sebuah gelombang kerusuhan/huru-hara. Kemudian kita harus membiarkan pertentangan antar kelas yang terus-menerus dan melemahkan, yang dengan begitu, kekasaan negara akan goyah, dan terbakar oleh suasana sampai menjadi abu.

 

Protokol ke-1 dari Protocol of Zion:

Kita pembuka jalan falsafah kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang menjadi topik aktual sepanjang masa (kini falsafah itu dikenal dengan istilah ‘demokrasi’, pen). Mereka yang menjunjung falsafah itu sebenarnya belum berfikir secara matang dan dewasa. Falsafah itu sebenarnya tidak bernilai, dan banyak masyarakat kaum awam yang terkecoh, dan tidak menyadari bahwa pengertian falsafah itu sebenarnya masih rancu dan diliputi oleh awan gelap.

Kata-kata itu telah diulang berkali-kali, dan mereka tertarik dengannya padahal telah menghancurkan kemakmuran dunia dan kebebasan perorangan yang sesungguhnya. Orang-orang non yahudi yang dianggap sebagai orang pandai dan berfikiran cerdas tidak memahami simbolisme yang terkandung dalam kata-kata yang diucapkannya itu, demikian pula mereka tidak melihat pertentangan yang terkandung di dalamnya, dan tidak pula menyadari bahkan di alam bebas tidak terdapat arti kata persamaan dalam bentuk apapun juga.

Slogan kita berupa kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang kita kumandangkan hanyalah jerat halus untuk menangkap mangsa dan sebagai sarana yang dapat menarik orang mendukung perjuangan kita dari seluruh pelosok dunia. Falsafah itu mampu membingungkan para pemimpin Kristen. Pada suatu saat falsafah itu mampu mematahkan tangga dan merontokkan persatuan. Dari sisi lain, falsafah itu akan menggulingkan kubu-kubu bangsawan non-Yahudi, yaitu kubu yang dipakai tempat perlindungan masyarakat yang hidup diatas planet bumi ini.

 

Kedua

Dari Sudut Firman Allah Subhana Wa Ta’ala.

Al-Baqarah (2): 120

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

Masalah makanan dan hiburan saja, Zionis Yahudi punya andil besar. Pertanyaannya adalah: “Apakah di dalam masalah besar yang terjadi di Timur Tengah, Zionis Yahudi tidak punya andil besar?”

Dari Revolusi Timur Tengah itu, yang tercipta adalah pelanggaran-pelanggaran terhadap aturan-aturan Allah. Jika ada kebaikan di dalamnya, itu hanya sedikit, dan itu pun atas kehendak Allah Ta’ala.

“Katakanlah: ” Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)”. (QS Al An’am (6): 65).

Adzab ini jelas diberikan oleh Allah karena faktor manusia itu sendiri.

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar Ruum (30): 41).

Adzab jenis ini diberikan karena manusia itu mempersekutukan Allah sebagai mana yang disebutkan QS Al An’am (6): 65 :

“Katakanlah: “Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya.”

Kemusyrikan bukan hanya mempersekutukan Allah dalam beribadah, tetapi juga karena mengambil aturan hidup selain dari aturan Allah dan Rasul-Nya. Kemusyrikan model ini yang banyak tidak disadari oleh manusia. Perhatikan firman Allah berikut ini!

Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS Ar Ruum (30) : 31-32).

Maka solusi tepatnya adalah kembali kepada fitrah kepemimpinan ummat Islam.

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS Ali Imran (3): 103).

Berjama’ah dalam melaksanakan perintah Allah (Al Qur’an), bersatu dalam melaksanakan Islam. Bukanlah dikatakan  “berjama’ah” dan bukanlah dikatakan “bersatu” bila tidak satu pimpinan/imam. Mari, satukan diri ke dalam Jama’ah Muslimin yang dipimpin seorang pemimpin/imam, bukan Jama’ah Muslimin yang tanpa pemimpin/imam.

Sebagaimana perintah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada sahabat Hudzaifah ibnul Yaman ketika bertanya: “Apakah yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menjumpai keadaan demikian?”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: “Tetaplah engkau pada Jama’ah Muslimin dan imam mereka!”

Aku (Hudzaifah) bertanya: “Jika tidak ada bagi mereka Jama’ah dan Imam?”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Hendaklah engkau keluar menjauhi firqah-firqah (partai-partai/golongan-golongan) itu semuanya, walaupun engkau sampai menggigit akar kayu hingga kematian menjumpaimu, engkau tetap demikian.” (penggalan HR. Bukhari – Muslim (shahih Muslim dan Ibnu Majah)).

Wallahu a’lam!

(abudzakira)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: