ULAT BULU PEMBUNUH

Lonomia Obliqua
Pertama kali  pers internasional tertarik dengan Lonomia ini saat epidemi terjadi di komunitas agraria Rio Grande du Sol, Brazil. Pihak medis yang bingung pada awalnya setelah mereka menerima jumlah  pasien dengan gejala yang sama yaitu hematoma dan gangren gejala  menyebar di seluruh tubuh, akhirnya menyebabkan pendarahan dan kebocoran darah ke otak dan, dalam beberapa kasus menyebabkan kematian.

Gigitan ular, lipan bahkan tarantula  diduga sebagai penyebab awal, tetapi tidak jelasnya bekas gigitan yang bisa ditemukan di tubuh pasien dan tidak ada pasien yang dilaporkan diserang atau digigit oleh salah satu dari banyaknya reptil berbisa atau serangga di hutan. Tapi  muncul gambaran penyebabnya, bahwa dari beberapa orang pasien yang melaporkan awal mulanya mereka hanya memangkas beberapa cabang rimbun untuk membuat jalan, atau untuk mengumpulkan kayu bakar dan membuat tempat berlindung. Dokter yang menangani kasus ini dengan hati-hati mengeksplorasi wilayah yang telah disebutkan. Dan hanya satu makhluk yang dapat ditemui , Ulat bulu Lonomia Obliqua… ! Statistik yang lebih baru mengungkapkan sebanyak 500 orang atau lebih telah meninggal sebagai akibat dari bersentuhan dengan Lonomia.

Deskripsi :
Memiliki panjang rata-rata 53,5 mm , sangat berduri, bertubuh tebal, biasanya berwarna cokelat kehijauan,  gelap-coklat sampai kehitam-hitaman hingga bagian kepala. Saat baru menetas  berwarna hijau muda , hijau pucat. Sedangkan saat menjadi kepompong, agak berbentuk seperti gentong,  biasanya kepompong ini terletak pada batang tanaman atau daun. Saat dewasa atau setelah berubah menjadi kupu-kupu memiliki warna dan corak  cokelat  muda pucat dan kurang menarik. Saat kupu-kupu lonomia beristirahat atau melipat sebagian sayap nya sangat mirip dengan daun mati, memiliki garis gelap yang membedakan antara  tubuh dan garis dari bagian sayap.

Habitat :

Ulat ini ditemukan di beberapa jenis pohon & semak berkayu (paling aktif makan pada daun pada malam hari, berkumpul dalam kelompok-kelompok berjumlah besar di batang dan cabang rendah pada siang hari). Spesies ini terutama (mungkin hanya) ditemukan di Brasil selatan.
Ulat ini aktif dimalam hari memakan daun semak berkayu tertentu. Mereka berkumpul & tetap aktif, berkerumun pada batang atau cabang yang lebih rendah pada tanaman yang sama, di siang hari. Badan ulat ini dilindungi kulit berduri bercabang, kuat, tajam, dan duri yang berongga.
Ada cerita menarik, laporan pertama dari José de Anchieta dalam bukunya “Letter of St Vincent” (1569), yang melaporkan beberapa kebiasaan orang Indian Brasil, menggosok-gosokkan ulat pada penis yang menyebabkan pembengkakan pada alat kelamin mereka untuk membantu “kegiatan” sexual mereka ( anggap saja pada jaman sekarang mereka sedang mengoleskan cobra oil untuk membesarkan penis atau viagra guna menambah ketahanan…. but Mbahware berkata….”Don’t try this at home..!!”) wakakakakakakaka
Kehebatan racun :
Dalam 29 kasus yang diamati di Brazil bagian Utara, antara tahun 1978-1982, tingkat kematian mencapai lebih dari 38%, dan dari 60 kasus yang diteliti di Brazil Selatan antara tahun 1989 dan 1991, empat orang dinyatakan meninggal diakibatkan sengatan duri dari ulat bulu ini.
Saat kulit korban melakukan kontak dengan toksin dari ulat ini beberapa hal yang terjadi adalah racun dari Lonomia ini menyebabkan reaksi kulit yang sederhana, infeksi kulit, luka bakar, alergi, dan pendarahan umum, hingga gagal ginjal dan dapat menyebabkan kematian dalam kasus-kasus terburuk (Duarte, 1990).
Kandungan racunnya dalam ukuran  LD 50 ( Lethal Dose ) atau dosis mematikan memang terendah dalam ukuran toksin.
Sangat ampuh sekali racun yang terkandung dari sengatan ulat bulu ini, selain anticoagulant, pro-coagulant, beberapa faktor tambahan yang mempengaruhi pembekuan darah. kontak langsung dengan duri ulat Lonomia obliqua biasanya menyebabkan rasa panas langsung, dan dalam beberapa jam menyebabkan ketidaknyamanan, badan mengalami kelemahan, sakit kepala, dan pendarahan eksternal juga internal berbagai bahkan jika anda memiliki luka lama atau bekas operasi yang belum sembuh resiko terbukanya kembali luka sebagian. Gagal ginjal akut (ARF) atau pendarahan otak yang menyebabkan kematian manusia .
Yang menarik lagi mungkin kandungan racunnya yang merupakan anticoagulant yang merupakan zat anti pembekuan darah.( memang sih anticoagulant ini baik untuk pengobatan…..tapi dengan dosis sedikit lebih mungkin efek yang ditimbulkan adalah mual, pusing, muntah, keringat keluar berlebihan, kesulitan bernafas hingga shock akibat jatuhnya tekanan darah hingga membawa kefatalan.
Sedangkan kontak dengan ulat bulu ini sering sekali sulit dihindari, meski anda warga lokal karena kamuflase ulat ini…jadi saran saya seandainya anda berkunjung ke Brazil hindarilah bersandar dipohon apalagi merangkul pohon sambil bernyanyi seperti di film -film India…wakakaka.
(Abu Dzakir dari http://mbahware.blogspot.com )

1 Komentar (+add yours?)

  1. nn
    Apr 29, 2011 @ 00:25:54

    tulisan nya terlalu terang, susah baca nya……

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: