PESAWAT INTAI DRONE

DRONE


Pesawat intai tanpa awak ini seringkali menjadi momok menakutkan dalam perang. Amerika Serikat menggunakan pesawat tanpa awak ini untuk menghancurkan Taliban dan AlQaeda di Afganistan. Pesawat ini mampu terbang tanpa diketahui radar musuh. Suara yang dihasilkan pesawat ini juga terdengar halus dan nyaris tak bersuara. Selain Drone, masih ada lagi pesawat sejenis, yakni Reapers yang mampu mengangkut dua bom besar berukuran 500 pon.

Satu contoh adalah insiden Lembah Beka’a:

Insiden Lembah Beka’a terjadi pada 9 Juni 1982 yang melibatkan duel antar Angkatan Udara Syria dengan Israel. Peristiwa ini terjadi ketika Israel mengadakan “aksi polisionil” dengan mengadakan Invasi ke Libanon Selatan ( Operation Peace for the Galilee) guna membersihkan kekuatan PLO yang sering mengadakan serangan ke wilayah Israel.

Israel mengadakan serangan ke posisi posisi militer Syria di lembah Beka’a guna menetralisir kekuatan udara Syria yang mengotrol Libanon sekaligus mencegah Syria untuk tidak ikut campur dalam menggelar kekuatan di Libanon selatan serta melancarkan Militer Israel memasuki Libanon. Operasi ini ternyata mengalami sukses besar.

Langkah pertama Israel adalah melumpuhkan sistem radar dan rudal pertahanan Syria di kawasan itu. Jarignan intelijen Israel menginformasikan bahwa Syria telah memperoleh sistem rudal anti serangan udara yang diperoleh dari Uni Soviet yang baru diantaranya adalah SA-6 Gainfull selain sistem udara yang lama diantaranya adalah SA-2 Guideline. Israel mengembangkan pesawat tanpa awak RVP yang digunakan sebagai pesawat intai dan umpan (drone) serta berhasil mengadakan riset elektronika guna mengacaukan gelombang radio komunikasi dan sistem radar. Sistem ini digunakan pada pesawat Boeing 707 yang dimodifikasi sebagai pesawat radar dan pengacau radar.

Langkah selanjutnya, Israel menerbangkan drone untuk mengumpan sistem radar Syria. Dengan didukung peralatan elektronika yang modern, Israel berhasil mengecoh radar Syria sehingga sistem rudal anti pesawat SAM (Surface to Air Missile/Rudal darat ke Udara) Syria menembaki pesawat umpan tersebut. Kemudian Israel melumpuhkan sistem radar tersebut sehingga pihak operator radar dan SAM Syria berusaha memantau dengan bantuan optik (mata). Pada saat itulah unit pesawat A-4 Skyhawk dan F-15 Eagle Angkatan Udara Israel menghancurkan posisi-posisi rudal SAM tersebut.

Dan yang terbaru adalah tindakan Amerika Serikat:

AS telah menggunakan pesawat tak berawak untuk melakukan serangan di wilayah kesukuan Pakistan, di dekat perbatasan dengan Afghanistan. Washington mengklaim serangan menargetkan pejuang Taliban, namun sebagian besar korban adalah warga sipil.  Amerika Serikat mengatakan pihaknya tidak akan menghentikan serangan pesawat tanpa awak yang dilakukan di Pakistan. AS mengabaikan seruan berulang kali dari Islamabad dan rakyat Pakistan untuk mengakhiri serangan yang tidak diizinkan PBB tersebut.   Dan….

Presiden AS Barack Obama telah menyetujui penggunaan pesawat predator bersenjata tak berawak untuk menyerang sasaran di Libya pada saat PBB memperingatkan tentang situasi kemanusiaan yang semakin memprihatinkan terjadi di Libya.

(abu dzakir )

Sumber:

http://archive.kaskus.us

http://www.wikipedia.com

http://www.eramuslim.com

http://www.suaramedia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: