PERSATUAN SEMUT API

Sudah sepatutnya manusia bersatu dalam kehidupan, sehingga tenaga dan kemampuan yang kecil mampu menjadi besar dan menghadapi suatu kondisi yang besar dan darurat. Allah Subhana Wata’ala menciptakan karakter berbagai binatang sebagai percontohan bagi manusia. Dan salah satu contohnya adalah apa yang dilakukan oleh koloni Semut Api ini:

Semut api (Solenopsis invicta) merupakan hewan yang sangat ulet. Koloni hewan menggigit yang sangat agresif ini mampu bertahan dari banjir, kebakaran, dan pestisida.

Jika tercebur air, sekumpulan semut api akan saling mengaitkan diri dan membentuk rakit. Mereka akan menahan air agar tidak tenggelam dan “rakit” itu bahkan menurut peneliti, mampu terapung di atas air selama berbulan-bulan.

Semut api sendiri merupakan hewan yang berasal dari Amerika Selatan. Populasinya kini semakin meluas. Rutinnya banjir singgah di kawasan hutan hujan di Brazil membuat koloni semut api semakin mudah merambah kawasan-kawasan lain dengan menumpang banjir.

Georgia Institute of Technology in Atlanta telah merekam  “Rakit” hidup dari kumpulan semut api pada sebuah banjir di Brazil. Rakit Semut api tersebut terdiri dari sekitar 3.000 dan 8.000 ekor semut. (Sumber: Sciencemag.org). Jika ingin melihat videonya, maka klik di sini!

SIAPA SEBENARNYA SI SEMUT API  INI?

Semut Api

Amerika Serikat ternyata bukan hanya mengekspor kebudayaannya ke seluruh dunia termasuk Asia. Sebuah riset menemukan, semut api (Solenopsis invicta) yang berkembang di Asia juga berasal dari Amerika Serikat.

Aslinya, semut penggigit ini berasal dari Amerika Selatan. Baru pada tahun 1930-an, semut api merangsek kawasan utara. Dan 20 tahun terakhir, semut api juga sudah menjajah negeri-negeri di Asia-Pasifik seperti China, Taiwan, Australia dan Selandia Baru.

Riset dilakukan melalui penelitian genetik yang dilansir sebuah tim di jurnal Science, pada Jumat 25 Februari 2011 ini.

Meski berasal dari Amerika Selatan, namun peneliti memastikan yang berkembang di Asia adalah keturunan semut api yang berkembang belakangan di Amerika Serikat, kata Marina Ascunce, dari Museum Sejarah Alam Florida, Universitas Florida.

“Saya dulu kira, setidaknya salah satu populasi di kawasan yang baru terjangkit berasal dari Amerika Selatan, namun semua data genetik memperlihatkan sumber yang paling mendekati adalah semut api dari kawasan selatan Amerika Serikat.”

“Dengan mengetahui dari mana asal mereka, pengendalian biologis tentu bisa lebih fokus,” kata Ascunce. “Kami juga dapat meningkatkan pengawasan kawasan sumber atau rute transportasi kunci,” katanya.

Data genetika ini didapatkan dari semut-semut yang berasal dari 2.144 koloni yang tersebar di 75 kawasan geografis. Kesimpulan didapatkan dalam serangkaian tes untuk menentukan asal semut api.

Transportasi memang menjadi jawaban dari fenomena ini. Larry Gilbert, Direktur Laboratorium Lapangan Brackenridge, Universitas Texas, menyatakan, beberapa serangga penjajah ini dibawa ke Amerika Serikat melalui perdagangan.

“Jadi, sangat ironis ketika satu dari serangga yang terbawa ke Amerika Serikat lalu menjadi pelabuhan untuk mereka keluar ke seluruh dunia,” kata Gilbert mengomentari hasil penelitian, kepada Associated Press.

Para ilmuwan memperkirakan semut api masuk Amerika Serikat melalui kapal kargo di Alabama. Dan sekarang, Amerika membelanjakan US$6 miliar per tahun untuk memerangi serangga, kerusakan pertanian dan biaya pengobatan.

Biasanya hidup di tanah atau pasir, racun mereka biasanya memberi rasa terbakar pada saat terinfeksi, dan berubah menjadi rasa sakit yang tidak tertahankan.

Solenopsis spp

Fire Ant

Penampilan

•  Panjang tubuh pekerja 3–6mm. Panjang ratu 15mm.
•  Coklat tembaga pada kepala dan tubuh dengan perut lebih gelap.
•  Solenopsis memiliki tongkat antena unik dua-segmen, dan untuk semut betina reproduktif, tongkat antena tersebut tampak sangat jelas di bagian depannya.

Siklus hidup

•  Setelah berkembang-biak, sang ratu akan mencari titik yang paling cocok untuk menyimpan telurnya. Jika tempat tersebut ditemukan, ratu dapat menyimpan hingga 125 telur di akhir musim semi.
•  Larva menetas dalam 8 hingga 16 hari, dan tahapan kepompong akan berakhir dalam 9 sampai 16 hari.
•  Larva diberi makan dengan cairan yang keluar dari kelenjar ludah sang ratu dan menanggalkan otot sayap sampai semut pekerja pertama muncul. Setelah kumpulan larva pertama menetas selanjutnya semut pekerja bertanggung jawab untuk mengurus dan memberi makan. Sementara itu sang ratu ini dapat bertelur hingga 1500 telur per hari. Semut pekerja kemudian memelihara larva, membuatkan sarang, dan mencarikan makanan.
• Pejantan yang subur akan diproduksi lagi pada saat musimnya tiba.

Pola hidup

•  Makanan yang dicari oleh semut pekerja terdiri dari hewan mati, termasuk serangga, cacing tanah, dan hewan bertulang belakang. Semut pekerja juga mengumpulkan cairan manis dan makanan manis, protein, juga lemak.
•  Karakteristik waktu kawin – perkawinan antara ratu dan pejantan subur berlangsung di pertengahan musim dingin hingga akhir musim panas. Pejantan akan mati setelah melakukan perkawinan.
•  Lokasi sarang terdapat pada gundukan tanah hingga 40 cm atau di dekat benda yang terdapat di permukaan tanah, misal, gelondongan kayu.
•  Apabila terganggu, mereka akan bereaksi secara agresif dan dapat menyebabkan sengatan yang menyakitkan serta menimbulkan bengkak dalam 48 jam kemudian.
•  Semut ini merupakan hama utama pertanian dan perkotaan, menghancurkan hasil panen dan menyerang area pemukiman, baik di luar maupun di dalam ruangan.

(abu dzakir bersumber dari: VIVAnews dan www.rentokil.co.id )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: