DERAJAT SANG KESAYANGAN ALLAH

Suatu hari Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu mengatakan di atas mimbarnya, “Hai sekalian manusia, malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar malu. Demi Allah, sesungguhnya aku bila pergi ke tampat buang air untuk membuang hajat, aku selalu menutupi wajahku dengan pakaianku, karena malu kepada Rabb-ku.”

Hal ini merupakan tingkatan paling besar yang telah dicapai oleh Abu Bakar, yaitu tingkatan tertinggi yang membuat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda menanggapinya:

“Seandainya iman umat ini ditimbang dengan iman Abu Bakar tentulah iman Abu Bakar lebih berat timbangannya dari pada iman mereka.” (HR. Ahmad dan Ibnu Abu Syaibah)

Dalam hadits shahih disebutkan pula bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Seandainya aku boleh mengambil seorang kesayangan dari kalangan penghuni bumi, tentulah aku akan mengambil Abu Bakar. Akan tetapi, teman kalian ini sudah menjadi kesayangan Allah Yang Maha Pemurah.” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu).

Derajat kesayangan Allah tidaklah diraih oleh Abu Bakar melainkan berkat derajat muroqobah (merasa selalu di bawah pengawasan Allah) dan kemampuannya menghadirkan kebesaran Allah yang selalu ada di depan pelupuk matanya.

Dalam kitab Muwaththa’ Imam Malik disebutkan sebuah atsar dengan sanad yang agak terputus: “Tidaklah sekali-kali Abu Bakar dapat mengalahkan kalian karena shalat, puasa dan shadaqah yang banyak dilakukannya, melainkan karena sesuatu yang bersemi di dalam dada atau kalbunya.”

(abu dzakir)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: