BELAJAR DARI SEMUT MADU DAN SEMUT KAYU

Gaya Hidup Semut Madu

Banyak jenis semut yang diberi makan dengan buangan pencernaan aphid (serangga daun) yang disebut “madu”. Zat ini sebenarnya tidak berkaitan dengan madu biasa. Akan tetapi, buangan pencernaan kutu ini – yang memakan getah tumbuhan – dinamai demikian karena mengandung gula dalam kadar tinggi. Jadi, para pekerja spesies ini, disebut semut madu, mengumpulkan madu dari kutu, biji (coccidae), dan bunga. Metode semut mengumpulkan dari kutu sangat menarik. Si semut mendekati kutu dan mulai mendorong perutnya. Kutu memberikan setetes buangan kepada semut. Semut mulai mendorong perut kutu lagi untuk mendapat madu lebih banyak, lalu menyedot cairan yang keluar. Lalu bagaimana mereka memanfaatkan makanan bergula ini, dan apa manfaat makanan ini bagi mereka kemudian?


Ada pembagian kerja yang hebat di antara semut madu pada fase ini. Sebagian semut digunakan sebagai “guci” untuk menampung nektar yang dikumpulkan para pekerja lain.


Dalam setiap sarang terdapat satu ratu, para pekerja, dan juga para penampung madu. Koloni semut jenis ini biasanya terletak di dekat pohon ek kerdil, yang dapat diambil nektarnya oleh para pekerja. Pekerja menelan nektar itu dan membawanya ke sarang. Nektar itu lalu ia keluarkan dari mulutnya dan ia tuangkan ke mulut pekerja muda yang akan menampung madu ini. Pekerja muda ini, yang dinamai pot madu, menggunakan tubuh mereka sendiri untuk menyimpan makanan cair manis yang sering diperlukan koloni untuk melewati masa sulit di gurun pasir.

Mereka diberi makanan hingga membengkak sampai sebesar bluberi. Lalu mereka bergantungan di langit-langit ruangan seperti bola kuning, sampai mereka dipanggil untuk memuntahkan nektar itu untuk saudaranya yang lapar. Selagi menempel pada langit-langit, mereka mirip dengan kelompok anggur kecil dan tembus cahaya. Jika mereka jatuh, para pekerja langsung mengembalikannya ke posisi semula. Madu dalam pot madu beratnya hampir 8 kali lipat berat si semut.

Pada musim dingin atau musim kemarau, pekerja biasa mengunjungi pot madu untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari. Semut pekerja menempelkan mulutnya pada mulut si “pot”, yang mengeluarkan setetes madu dari tempat penyimpanannya dengan mengerutkan otot. Pekerja memakan madu yang bernilai gizi tinggi ini sebagai makanan pada musim sulit.

Gambar dibawah ini adalah gambar pot madu yang membengkak yang mirip seperti anggur.


Sungguh menarik dan menakjubkan bahwa ada makhluk hidup yang berat tubuhnya mencapai 8 kali lipat beratnya sendiri, setelah memutuskan untuk menjadi pot madu, dan mampu hidup bergantung pada kakinya tanpa cedera. Mengapa mereka merasa perlu menerima tugas yang begitu sulit dan berbahaya? Apakah mereka memikirkan sendiri teknik penyimpanan yang unik ini, dan mengendalikan perkembangan tubuh mereka sesuai dengan itu? Pikirkan saja, sementara manusia tak bisa mengendalikan perkembangan sekecil apa pun pada tubuhnya, bagaimana bisa semut, yang tak memiliki otak dalam arti sebenarnya, melakukan ini sendiri?

Semut madu menampilkan perilaku yang tak dapat dijelaskan teori evolusi. Sangat tidak masuk akal mempertahankan bahwa mereka mengembangkan metode penyimpanan madu dan organ yang dibutuhkannya secara kebetulan. Malah, dalam sumber-sumber ilmiah, kita banyak menemukan pernyataan realistis mengenai hal ini dan topik-topik serupa. Misalnya saja, ambil penjelasan Prof. Etienne Rabaud, Direktur Institut Biologi dari Universitas Paris:

Contoh-contoh ini (misalnya semut madu) menunjukkan dengan jelas bahwa tidak mungkin berbagai organ berkembang untuk melaksanakan fungsi-fungsi tertentu makhluk hidup, meskipun wujud mereka sebelumnya telah menimbulkan perilaku dan tugas tertentu yang dilaksanakan dan kadang tidak. Ini menunjukkan bahwa organ tidak berkembang dari penyesuaian diri makhluk hidup dengan kondisi hidupnya. Sebaliknya, kondisi hidup muncul dari wujud semula organ tersebut dan dari fungsi-fungsi yang telah kita lihat. Pertanyaan berikut bisa ditanyakan seperti pernah ditanyakan Darwin: Apakah peristiwa membersihkan, menyiangi individu yang sudah tak mampu hidup, atau adaptasi organ menuruti kondisi baru, terjadi dalam evolusi ini? Menurut kami, peristiwa itu membuktikan bahwa evolusi seperti ini, atau perubahan seperti ini, tidak terjadi. Malah, yang terjadi adalah fenomena yang sama sekali berbeda.

Penjelasan Profesor Rabaud ini menunjukkan dengan jelas kesimpulan yang dapat dicapai oleh siapa saja yang berpikir dengan hati nuraninya sejenak. Satu-satunya Pencipta yang merupakan sumber sejati pengetahuan dan kecerdasan telah menciptakan segala makhluk hidup dengan organ dan perilaku yang sempurna.

Gaya Hidup Semut Kayu

Semut kayu terkenal dengan bukit yang mereka bangun dari daun cemara dan cabang tipis di atas sarang bawah tanah mereka. Sarang ini biasanya ditemukan di sekitar batang pohon. Bagian sarang yang di atas tanah, terbuat dari ranting, tangkai daun, dan daun cemara, adalah atap sarang. Atap ini, yang mencapai tinggi dua meter, mencegah peresapan air hujan ke dalam dan mengatur suhu sarang dalam cuaca yang sangat panas atau sangat dingin.

Dalam gambar di bawah ditunjukkan sebuah sarang semut kayu. Tinggi sarang yang dibangun semut kayu dari daun cemara dan ranting dapat mencapai kira-kira dua meter. Wow!


Semut kayu, seperti semut lain, juga rajin bekerja. Mereka selalu saja menghias ulang sarang. Mereka memindahkan lapisan permukaan semula ke lapisan bawah secara bertahap dan mereka menaikkan material dari lapisan bawah untuk mengganti lapisan atas. Ada pengamatan menarik tentang perubahan yang dibuat semut pada sarang. Cat biru disemprotkan ke puncak bukit sarang dan empat hari kemudian diamati bahwa puncak bukit sudah kembali coklat. Partikel biru ditemukan 8-10 cm di bawah permukaan. Dalam sebulan partikel ini turun hingga kedalaman 40 cm. Selanjutnya, partikel ini mencapai lagi permukaan.

Nah, apakah semut melakukan proses pemindahan sinambung ini hanya untuk iseng? Tidak. Para peneliti menjelaskan mengapa semut kayu melakukan tindakan terus-menerus ini: Gerakan terus-menerus ini mengeringkan zat lembap di dalam lapisan permukaan dan mencegah terbentuknya jamur. Kalau tidak, sarang semut ini akan dihuni jamur yang berbahaya.

Dalam situasi seperti ini ada dua kemungkinan. Salah satunya adalah zaman dulu sekali, dengan penelitian sendiri, semut menemukan fakta bahwa jamur berkembang dalam lingkungan lembap (sesuatu yang ditemukan manusia sebagai hasil penelitian ilmiah jangka panjang), dan mengembangkan metode paling rasional untuk melenyapkan masalah ini! Kemungkinan lain adalah pemikiran dan penerapan proses yang sempurna ini hanya mungkin melalui ilham oleh kecerdasan yang lebih tinggi. Kasus pertama jelas mustahil. Dia yang telah mengilhami semut untuk melindungi diri mereka dari jamur dan menunjukkan caranya tentu saja adalah Yang Mahakuasa.

Metode Reproduksi Semut Kayu

Para pejantan dan ratu semut kayu bersayap. Namun, mereka tidak melakukan penerbangan kawin seperti spesies semut kecil lain. Perkawinan dilakukan di permukaan sarang atau tempat lain yang dekat. Setelah kawin, ratu mencabut sayapnya dan melakukan salah satu dari tiga hal berikut:

(1) Ia kembali ke sarang tempatnya semula hidup sebagai larva dan meninggalkan telurnya di sana.
(2) Kadang ia meninggalkan sarang dengan diangkut para pekerja, mencari tempat baru untuk membangun sarang.
(3) Jika pergi sendiri, ia memasuki sarang semut lebih kecil dari spesies yang berhubungan, misalnya semut hitam Formica Fusca, dan menggantikan ratu di sana. Ratu meninggalkan telurnya untuk dirawat para pekerja F. Fusca di sana. Untuk beberapa lama, di sarang terdapat pekerja tamu dan pekerja tuan rumah. Namun, karena tuan rumah tak punya ratu, lambat laun para pekerjanya mati dan ratu kayu memperoleh sarang jadi tanpa perlu melakukan apa-apa.

Dalam taktik semut kayu ratu yang dibahas pada bagian 3, diamati adanya kesadaran yang jernih. Namun, jelas kesadaran itu tak mungkin dimiliki semut itu sendiri. Semut ratu belum pernah melihat tempat lain selain beberapa meter persegi dalam sarangnya. Dia masuk ke dalam koloni yang belum pernah ia lihat atau ketahui sebelumnya, dan ia tahu siapa yang harus ia singkirkan dalam koloni tersebut. Ia melakukan hal ini dengan mengatasi segala rintangan. Semua faktor ini membuktikan tanpa ragu lagi bahwa semut ratu ini bertindak menuruti ilham.


Dalam gambar di atas menggambarkan Semut kayu dipersenjatai dengan baik untuk perang. Saat berhadapan dengan bahaya, semut kayu membengkokkan bagian bawah perutnya dari antara kakinya dan menyemprotkan asam format kepada musuhnya. Atau, saat bertarung, ia menggigit musuhnya dengan dagunya yang tajam dan menyuntikkan asam dalam luka tersebut. Dengan keunikan ini, hewan ini bertindak seperti senjata kimiawi.

Read more: http://penghuni60.blogspot.com

3 Komentar (+add yours?)

  1. mellysukses
    Mei 07, 2011 @ 02:21:24

    NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu (SMU, Kuliah, Sarjana, karyawan dll yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor.
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://lowonganterbaik2011.blogspot.com/

    Balas

  2. Trackback: MAMFAAT MINUM AIR PUTIH SETELAH BANGUN TIDUR « anindaserunai
  3. Dian Anggraeni
    Mei 07, 2011 @ 08:48:52

    subhanallah, luar biasa semut madu n kayu itu. Qt perlu belajar dr mereka.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: