ISRAEL DIRIKAN LIFT DEKAT MASJID AL-AQSHA

Sebuah surat kabar Israel berbahasa Ibrani menunjukkan gambar Kubah Batu yang berdekatan dengan Masjid Al-Aqsa, di mana Israel berencana mendirikan lift yang mengarah menuju Tembok Barat di Kota Tua Yerusalem. (Foto: Maan News)

YERUSALEM TERJAJAH (Berita SuaraMedia) – Israel berencana membangun sebuah lift yang mengarah menuju Tembok Barat di Kota Tua Yerusalem, demikian dilansir sebuah media Israel pada hari Senin (16/5).

Proyek tersebut akan diajukan kepada komite perencanaan yang kemudian bertugas mengambil keputusan final mengenai struktur berukuran 56 meter tersebut, demikian dilaporkan harian Israel, Ma’ariv, Selasa (17/5).

Lift itu rencananya diberi nama Ma’a lot Baruch, sama dengan pengusaha Yahudi AS, Baruch Klein, yang akan mendanai proyek berbujet $10 juta tersebut, demikian tulis Ma’ariv.

Yayasan Al-Aqsa mengatakan bahwa rencana Israel tersebut merupakan ancaman bagi Masjid Al-Aqsa, yang berbatasan dengan Tembok Barat.

Situs tersebut dianggap sebagai situs suci ketiga dalam Islam dan situs paling suci bagi Yahudi.

Dalam pernyataannya, yayasan tersebut mengatakan bahwa proyek Israel itu bertujuan untuk membelah Masjid dan menghalangi masuknya orang-orang yang hendak beribadah.

Yayasan itu menyebut rencana pembangunan lift itu sebagai upaya pasukan Israel untuk mendongkrak populasi Yahudi di kawasan itu.

Yayasan tersebut memperingatkan karena alun-alun di depan tembok bisa saja dijadikan dalih untuk merusak Al-Aqsa.

Situs berita Israel National News menyebutkan, “Untuk mempermudah akses terhadap situs Yahudi yang paling suci, maka Perusahaan Rekonstruksi dan Pengembangan dari Hunian Yahudi di Kota Tua (Yerusalem) telah menyetujui pembangunan lift menuju Kotel (Tembok Barat).”

“Lift tersebut akan dibangun di dekat akademi Talmud, Aish HaTorah dan menuruni terowongan yang tingginya sekitar 20 hingga 56 meter ke bagian bawah Tembok Barat, yang pada akhirnya akan mengarah ke Kotel.”

“Gagasannya adalah membuat pengubung sederhana antara Hunian Yahudi dan Kotel. Kami ingin membuat Kotel lebih mudah diakses orang-orang cacat, atau bahkan keluarga besar yang membawa kereta dorong bayi,” kata Daniel Shukuron, direktur proyek dari pengembang tersebut kepada Jerusalem Post, Senin (16/8).

Meski gagasan tersebut sudah dimunculkan berbagai kelompok, gagasan tersebut baru direalisasikan dengan bantuan Baruch Klein. Sebuah kecelakaan di Brooklyn beberapa tahun silam membuatnya harus berdiam di tempat tidur selama beberapa bulan dan kesulitan berjalan.

“Dia telah lama memikirkan pembangunan lift. Saat kami duduk bersama dengannya dan benar-benar membahasnya, kami jatuh cinta dengan gagasan itu,” kata Shukuron.

Lift itu akan menelan biaya pembangunan 10 juta shekel hingga 14 juta shekel. Jika seluruh perizinan sudah dikeluarkan, maka pembangunan bisa dimulai bulan November mendatang.

Lokasi tersebut merupakan lokasi yang amat sensitif bagi kota yang diperebutkan secara politik itu. Mantan PM Israel Ariel Sharon pernah mendatangi situs tersebut dengan membawa serta 1.000 orang pengawal pada bulan September 2000. Kontan, tindakan itu memicu kemarahan Palestina dan menjadi salah satu pemicu lahirnya Intifada Kedua.

Pada hari Senin (16/5), seorang pria Palestina menghentikan upaya pemukim ilegal Israel yang ingin memasuki halaman Masjid, kata sejumlah saksi.

Ala Az-Zerba mengatakan, saudaranya, Ammar yang tinggal di dekat gerbang menuju Masjid, menahan pria Israel itu hingga polisi tiba dan menangkapnya. Beberapa saat kemudian, patroli Israel menangkap Ammar, yang dipenjarakan di sebuah penjara Rusia, tambah Ala.

Seorang juru bicara kepolisian Israel tidak langsung memberikan komentar terhadap telepon dari media yang meminta keterangan.

Otoritas Israel membatasi akses menuju Masjid Al-Aqsa. Sepanjang bulan suci Ramadhan, larangan tersebut dilonggarkan sehingga pria Palestina berusia di atas 50 tahun dan wanita berusia di atas 45 tahun bisa beribadah di Masjid.

Pria di atas 45 tahun dan wanita di atas 30 tahun yang telah menikah boleh memasuki Masjid. Tapi, warga Palestina yang lebih muda dari Tepi Barat masih dilarang masuk Yerusalem. (dn/mn/in/jp) www.suaramedia.com

(abu dzakir)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: