PERPECAHAN UMMAT SEBUAH HAL YANG PASTI TERJADI

بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam sebuah hadisnya, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Orang-orang Yahudi berpecah belah menjadi tujuh puluh satu golongan, satu golongan masuk syurga  dan tujuh puluh golongan masuk  ke dalam neraka, dan orang-orang Nasrani berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan, tujuh puluh satu masuk ke dalam neraka sedangkan yang satu masuk syurga. Demi Dzat yang diri Muhammad ada di genggaman-Nya, niscaya umatku akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, maka yang satu golongan masuk ke dalam syurga sedang yang tujuh puluh dua golongan masuk ke dalam neraka, ditanyakan kepada Rasulullah: “Siapakah mereka itu (golongan yang masuk ke dalam syurga)? Beliau bersabda: “Al-Jama’ah.” (H.R. Ibnu Majah dari Auf bin Malik, Sunan Ibnu Majah dalam Kitabul Fitan: II/479 dan At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi:V/2641, Lafadz Ibnu Majah)

 

Dalam riwayat lain, ketika Rasulullah menjawab: “Al-Jama’ah”  para sahabat bertanya: “Apakah Al-Jama’ah itu?” Beliau menjawab : “Apa yang aku dan para sahabatku ada di dalamnya.”

 

Ketika umat Yahudi terpecah kepada 71 golongan, hanya satu yang selamat, yaitu mereka yang mengikuti Isa Al-Masih. Dan ketika Umat Nasrani terpecah kepada 72 golongan, hanya satu yang selamat, yaitu yang mengikuti nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasalam atau mereka yang masuk Islam dari kalangan umat Nasrani dan juga Yahudi. Maka ketika ummat nabi Muhammad ini terpecah, hanya satu saja yang selamat yaitu Al-Jama’ah.

 

Dengan adanya hadis tentang perpecahan ummat ini, maka yang perlu kita bahas bukanlah yang 72 golongan. Karena selain ia sangat banyak dan hanya akan terjadi saling menuduh diantara sesama muslimin, melainkan juga kita tidak akan tahu yang mana golongan yang binasa jika kita tidak tahu mana golongan yang selamat. Mengapa yang selamat hanya satu golongan saja?

 

Tidak lain karena jalan menuju syurga itu hanya satu dan Allah memang telah memerintahkan kita untuk bersatu dalam menegakkan Islam serta mengharamkan perpecahan diantara umat-Nya. Oleh karena itu, marilah kita kaji golongan yang selamat itu dengan hati yang bersih dan mengharapkan rahmat Allah semata.

 

MAKNA AL-JAMA’AH

Kembali kepada penjelasan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassalam: “Apa yang aku dan para sahabatku ada di dalamnya.”, yang merupakan jawaban atas pertanyaan sahabat: “Apakah Al-Jama’ah itu?”. Kata “apa” dalam hadis tersebut adalah terjemahan dari kata “ما”. Dalam kaidah bahasa  Arab, kata “ما” ini disebut isim maushul (إسم موصول) atau “kata bersambung” yaitu satu kata yang tidak bisa berdiri sendiri dan bersambung dengan sesuatu yang sedang dibicarakan. Oleh karena yang sedang dibicarakannya itu adalah Al-Jama’ah, maka kata “apa” ( “ما”) dalam hadis tersebut mewakili atau menggantikan kata Al-Jama’ah. Adapun menurut bahasa, “Al-Jama’ah” (الجماعة) itu adalah bentuk mar’rifat/definitif /tertentu dari kata “Jama’ah” (جماعة) yang artinya adalah: “kumpulan” (community).

 

Dengan demikian, maka makna Al-Jama’ah (الجماعة) yang sebenarnya tidak akan terlepas dari makna “Jama’ah” (kumpulan). Oleh karena itu, apa yang dijelaskan oleh Rasulullah itu maknanya adalah: Jama’ah  (kumpulan) yang Rasulullah dan para sahabat ada di dalamnya pada saat beliau menjelaskan hadis tersebut. Artinya, Al-Jama’ah itu telah ada pada masa Rasulullah dan para sahabat.  Dengankata lain, Al-Jama’ah itu adalah Jama’ah Rasulullah dan para sahabatnya. Dengan ini maka menjadi isyarat, bahwa jama’ah-jama’ah yang tidak ada pada masa Rasulullah itu adalah baru dan bukan Al-Jama’ah. Meskipun mereka menarik-narik dalil-dalil tentang Al-Jama’ah.

 

Akan menjadi lebih jelas makna Al-Jama’ah jika kita merujuk kepada pernyataan Khalifah Umar bin Khattab berikut ini :

 

Khalifah Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata: “Sesungguhnya tidak ada Islam Kecuali dengan berjama’ah, dan tidak ada Jama’ah kecuali dengan kepemimpinan, dan tidak ada kepemimpinan kecuali dengan ditaati.” (H.R Ad-Darimi Sunan Ad–Darimi dalam bab Dzihabul I’lmi: I/79).

 

Dengan merujuk kepada atsar Khalifah Umar bin Khatab radiyallahu anhu tersebut, maka menjadi semakin jelas bahwa Al-Jama’ah itu adalah jama’ah yang menjadi wujud bangunan Islam. Apa yang dikatakan oleh Khalifah Umar bin Khattab itu ternyata merupakan kesimpulan dari hadis Rasulullah berikut ini :

 

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, bersabda: “Aku perintahkan kepada kamu sekalian (Muslimin) lima perkara, sebagaimana Allah telah memerintahkan aku dengan lima perkara itu; bil-Jama’ah (dengan Al-Jama’ah), wa bisam’i (dan dengan mendengar), wa tho’at (dan taat), wal hijrah (dan hijrah), wal jihad ( dan jihad fi sabilillah). Barang siapa yang keluar dari Al-Jama’ah sekedar sejengkal saja, maka sungguh terlepas ikatan Islam dari lehernya sampai dia kembali (kedalam Al-Jama’ah). Dan barang siapa yang menyeru dengan seruan jahiliyyah, maka ia termasuk golongan orang yang bertekuk lutut dalam neraka jahanam.” Para shahabat bertanya : “”Ya Rasulullah bagaimana jika mereka tetap shaum dan shalat?” Rasul bersabda : “Sekalipun ia shaum dan sholat dan mengaku dirinya muslim, maka panggilah oleh orang-orang muslim itu dengan nama yang telah Allah berikan kepada mereka; “Al-Muslimin, Al-Mukminin, hamba-hamba Allah ‘Azza wa Jalla”.” (H.R. Ahmad Bin Hambal dari Haris Al-Asy’ari, Musnad Ahmad : IV/202, At-Tirmidzi Sunan At-Tirmidzi Kitabul Amtsal, bab Maa Jaa fi Matsalis Shalati wa Shiyami wa Shodaqoti :V/148-149 No.2263. Lafadz Ahmad)

 

AL-JAMA’AH ADALAH JALAN KELUAR DARI PERPECAHAN UMMAT

 

Kesimpulan daripada hadis di atas, maka persoalan Al-Jama’ah adalah persoalan yang penting bagi ummat Islam untuk diperhatikan, karena ia merupakan wujud bangunan Islam dan yang mengikat kita di dalam Islam. Akan tetapi, kita tidak dapat mengetahui dengan pasti yang manakah Al-Jama’ah jika hanya berpegang kepada hadis-hadis di atas saja. Masih ada hadis lain yang kita perlukan untuk menjelaskan secara detail yang manakah Al-Jama’ah yang sebenarnya itu?

 

Jawaban dari pertanyaan itu, ternyata terdapat dalam sebuah hadis yang panjang dari sahabat Khudzaifah bin Yaman yang dikenal banyak menyimpan Rahasia dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Mari kita simak hadisnya berikut ini :

 

Dari sahabat Khudzaifah bin Yaman radiyallahu anhu, ia berkata : “Adalah orang-orang (para sahabat) bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tentang kebaikan dan adalah aku bertanya kepada Rasulullah tentang kejahatan, karena aku khawatir kejahatan itu menimpa diriku, maka aku bertanya : “ Ya Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu berada di dalam jahiliyah dan kejahatan, maka Allah mendatangkan kepada kami dengan kebaikan ini (Islam). Apakah sesudah kebaikan ini timbul kejahatan? Rasulullah menjawab : “Benar!” aku bertanya : Apakah sesudah kejahatan itu datang kebaikan? Rasulullah menjawab : “Benar tetapi didalamnya ada kekeruhan (dakhon / asap).” Apakah kekeruhannya itu?” Rasulullah menjawab: “Yaitu orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku (menurut riwayat muslim: “Kaum yang berperilaku bukan dari sunnahku dan orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku), engkau ketahui dari mereka itu dan engkau ingkari.” Aku bertanya: “Apakah sesudah kebaikan itu aka ada lagi keburukan? Rasulullah menjawab: “Ya, yaitu adanya penyeru-penyeru yang menyeru ke pintu-pintu jahanam. Barangsiapa mengikuti ajakan mereka, maka mereka melemparkannya kedalam jahanam itu.” Aku bertanya:”Ya Rasulullah, tunjukkanlah sifat-sifat mereka itu kepada kami.” Rasulullah menjawab: “Mereka itu dari kulit-kulit kita dan berbicara menurut lidah-lidah kita.” Aku bertanya: “Apakah yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menjumpai keadaan yang demikian?” Rasulullah bersabda: “TETAPLAH PADA JAMA’AH MUSLIMIN DAN IMAAM MEREKA.” Aku bertanya: “Jika tidak ada bagi mereka Jama’ah dan Imaam?” Rasulullah bersabda: “ Hendaklah engkau keluar menjauhi firqoh-firqoh (golongan yang berpecah-belah) itu semuanya,walaupun engkau sampai menggigit akar kayu hingga kematian menjemputmu engkau tetap demikian.” (H.R. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Fitan: IX/65, Muslim, Shahih Muslim: II/134-135 dab Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah: II/475 Lafadz Al-Bukhari)

 

Hadis dari sahabat Khudzaifah bin Yaman di atas adalah kunci persoalan kita saat ini dan terdapat padanya jawaban yang jelas atas persoalan yang menyangkut kaum muslimin dan Al-Jama’ah saat ini. Dalam hadis tersebut sebenarnya terdapar ikhtisar (ringkasan) sejarah yang dialami oleh kaum muslimin dari sejak masa sebelum Islam hingga menjelang hari kiamat nanti. Dalam hadis tersebut di atas, terdapat satu jawaban yang tegas dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam terhadap pertanyaan sahabat Khudzaifah bin Yaman yang tidak dapat membedakan mana penyeru ke pintu Jahanam dan mana yang menyeru ke pintu syurga karena ternyata mereka kulitnya sama yaitu sama-sama muslim dan sama-sama membacakan Al-Quran serta  As-Sunnah.

 

 

Jawaban dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam sangat jelas yaitu: “TETAPLAH PADA JAMA’AH MUSLIMIN DAN IMAAM MEREKA”. Ini menunjukkan bahwa Jama’ah muslimin inilah yang disebut Al-Jama’ah oleh Rasulullah dalam hadis tentang perpecahan ummat tersebut. Perbedaannya, jika hadis tentang perpecahan ummat itu menjelaskan keadaan ummat di akhirat nanti, sementara hadis Khudzaifah bin Yaman ini menjelaskan keadaan ummat Islam sekarang di dunia sehingga masih ada kesempatan untuk menjauhkan diri dari penyeru-penyeru ke pintu Jahanam dengan menetapi Jama’ah Muslimin seperti yang beliau perintahkan dalam hadis dari Khudzaifah bin Yaman tersebut.

 

Marilah kita bahas persoalan ini dengan hati-hati dan dengan ke-ikhlasan serta takut kepada Allah dan hanya mengharapkan rahmat dan karunia-Nya semata agar kita selamat dari perpecahan ummat di dunia ini, dan selamat dari adzab api neraka yang telah diperingatkan bagi kita jika kita tetap dalam perpecahan.

(Oleh Ayi Hidayat Baharuddin )

( Grup FB : MARI BERSATU DALAM MENEGAKKAN ISLAM)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: