ASIYA ABDUL ZAHIR

Asiya Abdul Zahir, Perempuan Budha yang Memilih Jalan Islam

Setelah memeluk agama Islam, namanya menjadi Asiya Abdul Zahir. Kedua orangtuanya adalah pemeluk agama Budha, tapi ia lebih merasa sebagai seorang Kristiani karena ia sekolah di sekolah Kristen dan berada di lingkungan umat Kristiani. Lagi

CINTANYA SAMPAI KELAK DI SURGA

Ummu Darda’ Ash-Shughra

(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman bintu ‘Imran)

Seorang anak perempuan yatim diasuh oleh Abud Darda’ ‘Uwaimir Al-Anshari . Hujaimah bintu Huyai Al-Washshabiyah rahimahallah namanya, berasal dari Washshab, salah satu kabilah di Himyar. Lagi

MUALLAF AISHA BHUTTA

Aisha Bhutta, Mualaf yang Berhasil Mengislamkan Keluarga dan 30 Temannya

Aisha Bhutta, yang juga dikenal sebagai Debbie Rogers, duduk dengan tenang di sofa di ruang depan rumah petak besarnya di Cowcaddens, Glasgow Skotlandia. Dinding rumahnya digantung dengan kutipan dari ayat Alquran, sebuah jam khusus untuk mengingatkan keluarganya waktu shalat dan poster Kota Suci Mekkah.

Mata biru Aisha penuh dengan keceriaan, dia tersenyum dengan cahaya keimanan yang ia miliki. Wajahnya yang merupakan wajah gadis Skotlandia yang kuat – ia masih tetap memiliki cita rasa humor – meskipun wajahnya tetap ditutupi dengan jilbab.

Bagi seorang gadis Kristen yang baik untuk masuk Islam dan menikah dengan seorang Muslim adalah sesuatu yang luar biasa cukup. Namun lebih dari itu, ia juga telah mengislamkan orang tuanya, sebagian besar sisa keluarganya dan setidaknya 30 teman dan tetangganya. Subhanallah. Lagi

MUALLAF MADAME FATIMA

Madame Fatima: Tak Jadi Masuk Biara Setelah Mendengar Kalimat “Allahu Akbar”

Kisah Madame Fatima Mil Davidson mendapatkan hidayah Islam terbilang unik. Seperti sebuah keajaiban, cahaya Islam itu menyentuhnya saat ia baru saja masuk ke kehidupan biara. Waktu itu ia memang sudah berniat untuk menjadi biarawati.

Saat ini Madame Fatima menjabat sebagai Menteri Pembangunan Sosial dan Pemerintah Lokal, Republik Trinidad dan Tobago, sebuah negara kepulauan di kawasan Laut Karibia bagian selatan. Pada majalah berbahasa Arab Men-bar-al-Islam di Kairo, ia menceritakan awal mula menemukan Islam dan bagaimana akhirnya ia menjadi seorang Muslimah. Lagi

MUALLAF KAREN BUJAIRAMI

Hidayah yang Indah untuk Karen Bujairami

Senin, 21/03/2011 14:35 WIB

Awal tahun 2002, Karen Bujairami sedang terburu-buru menuju ruang kuliah akuntansi. Ia baru saja pindah tempat tinggal dan hari itu adalah hari pertamanya di kelas yang baru. Sebagai orang baru, ia belum punya kenalan dan belum terbiasa dengan tempat kuliahnya.

Sekitar 15 menit kuliah berjalan, seorang gadis masuk ke ruang kuliah, ia terlambat datang ke kelas. Karena tidak terlalu memperhatikan gadis itu, sampai akhirnya ia mengenalnya sebagai Fatima, seorang muslimah asal Lebanon dan berjilbab. Lagi

PESAN TERAKHIR IMANDA AMALIA

Kamis, 03 Feb  2011

Pesan Terakhir WNI Imanda Amalia Sebelum Gugur di Mesir

JAKARTA (voa-islam.com) – Kabar mengejutkan datang menimpa warga Indonesia di Mesir. Satu WNI dilaporkan tewas di tengah pergolakan politik di Mesir. Imanda Amalia, seorang warga Negara Indonesia dikabarkan tewas saat bentrok di Mesir terjadi. Manda, panggilan akrabnya, adalah staff UNRWA (United Nations Relief and Works Agency), sebuah badan PBB yang bertugas menangani wilayah konflik di Palestina dan Lebanon. Lagi

‘AISYAH MUNTAH DAGING

Ummul Mu’minin, ‘Aisyah radhiyallahu anha menceritakan bahwa ia telah mengatakan suatu perkataan kepada Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, yaitu: “Cukuplah pujianmu terhadapa Shafiyyah yang anu dan anu.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Baihaqi).

Menurut penafsiran salah seorang perawi hadits di atas, bahwa yang dimaksud ‘Aisyah ialah bahwa Shafiyyah adalah wanita yang pendek, maka Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya engkau telah mengucapkan suatu kalimat, yang seandainya kalimat itu dimasukkan ke dalam laut, niscaya akan mencemarinya.”

‘Aisyah melanjutkan: Kemudian kuceritakan kepadanya perihal seseorang, maka beliau menjawab, “Aku tidak suka menceritakan perihal seseorang meskipun aku beroleh anu dan anu.” (Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini berpredikat hasan atau shahih).

Menurut riwayat Abu Dawud pula melalui ‘Aisyah radhiyallahu anha, disebutkan bahwa unta kendaraan Shafiyyah binti Huyayyin sakit, sedang Zainab mempunyai unta kendaraan lebih, maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepada Zainab, “Berilah dia unta kendaraan!” Zainab pun berkata, “Aku harus memberi kepada wanita Yahudi itu?”

Maka Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam marah kepadanya dan mendiamkannya dalam bulan Dzul Hijjah itu dan bulan Muharram, selama dua atau tiga bulan tanpa mendatanginya. Zainab mengatakan, “Sehingga aku merasa putus asa darinya.”

Menurut riwayat Abud Dun-ya bersumberkan dari ‘Aisya pula, disebutkan bahwa suatu hari saat ia berada di rumah Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, ia  mempergunjingkan seorang wanita dengan mengatakan, “Sesungguhnya wanita ini benar-benar kebesaran bajunya.” Maka Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Muntahkanlah! Muntahkanlah!” Ia pun muntah dan mengeluarkan sepotong daging. (Demikianlah riwayat yang disebutkan dalam kitab Targhib 4/284).

Membaca dan mengetahui kisah benar ini, masihkan kita tak merasa jijik bila lidah kita mengeluarkan sesuatu yang begitu busuk sehingga dapat mencemari lautan?

Maka benarlah firman Allah Subhana Wa Ta’ala:

“Dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (QS. Al Hujurat (49): 12).

(abudzakira: “nasehati aku”)

Previous Older Entries